Connect With Us

Kota Tangerang Masih di PPKM Level 4,  Ini Kelonggarannya

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 18 Agustus 2021 | 19:19

Plt Asda I Kota Tangerang, Said Endrawiyanto. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Tangerang masih pada level 4 hingga 23 Agustus mendatang. 

Namun, pada PPKM Level 4 kali ini, Kota Tangerang masuk wilayah ujicoba implementasi protokol kesehatan dengan berbagai pelonggaran.

Plt Asda I Kota Tangerang, Said Endrawiyanto mengungkapkan, berbagai pelonggaran pada PPKM Level 4 kali ini didominasi pada aspek ekonomi. Diantaranya, pusat perbelanjaan seperti mall diizinkan beroperasi 50 persen, mulai pukul 10.00 sampai 20.00 Wib dengan protokol kesehatan. 

“Selain itu, wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap pengunjung dan pegawai terkait. Sedangkan restoran, rumah makan, kafe didalam mall dapat menerima makan ditempat dengan kapasitas maksimal 25 persen, satu meja maksimal dua orang dan waktu makan 30 menit,” ungkap Said, Rabu 18 Agustus 2021. 

Dalam aturan pusat perbelanjaan atau mall usia dibawah 12 tahun dilarang memasuki pusat perbalanjaan. 

“Terkait bioskop, tempat bermain anak dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan, mall atau pusat perdagangan masih tidak diperbolehkan atau tutup,” tegasnya. 

Ia pun menuturkan, aturan pada warung makan, warteg, pedagang kaki lima, lapak jalanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan prokes ketat sampai pukul 20.00 Wib, dengan maksimal pengunjung makan ditempat tiga orang dan waktu makan 30 menit. 

“Ada juga aturan pada restoran atau rumah makan, kafe dengan lokasi berada dalam gedung atau toko tertutup pada lokasi tersendiri hanya menerima delivery atau take away. Sedangkan restoran, rumah makan atau kafe dengan area pelayanan di ruang terbuka, satu meja maksimal dua orang dan waktu makan 30 menit dengan kapasitas maksimal 25 persen,” jelas Said. 

Sementara itu, pelonggaran pada tempat ibadah seperti masjid, musala, gereja, pura, vihara dan klenteng serta tempat ibadah lainnya, maksimal kapasitasnya 50 persen atau 50 orang dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. 

“Saat ini, Pemkot Tangerang langsung melakukan pendekatan kepada pelaku usaha atau yang bersangkutan. Sedangkan pengawasan, Pemkot Tangerang tetap menggerakkan OPD terkait dan berkolaborasi dengan TNI Polri, untuk sama-sama melakukan pengawasan yang ketat seperti sebelumnya, tanpa kelengahan dengan kondisi COVID-19 di Kota Tangerang saat ini,” papar Said. 

Ia pun mengimbau, disaat PPKM Level 4 saat ini masyarakat Kota Tangerang untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan secara ketat. 

“Ikuti aturan yang ada, sambil Pemkot Tangerang terus memberikan atau memaksimalkan program-program penanganan pandemi COVID-19, untuk sama-sama secara beriringan menyelesaikan pandemi COVID-19,” tutupnya.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

TANGSEL
Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3 Jadi Alasan Mukroni Lepas Jabatan Kadispora Tangsel

Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3 Jadi Alasan Mukroni Lepas Jabatan Kadispora Tangsel

Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:59

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait langkah Mukroni yang memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

KOTA TANGERANG
Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45

Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill