Awas! Emosi Meledak Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak, Simak Penjelasan Dokter Spesialis
Rabu, 23 September 2026 | 20:12
Marah hebat, stres berat, hingga kecemasan berlebihan sering kali dianggap sebatas persoalan emosional atau psikologis biasa.
TANGERANGNEWS.com-Kepala Lapas Kelas 1 Tangerang Victor Teguh Prihartono membantah beredarnya video dari dalam blok terkait insiden kebakaran.
Menurutnya, video yang beredar direkam dari luar area blok lapas. Sedangkan video dari area dalam blok, dia menyatakan, tidak ada.
"Video yang beredar itu mungkin ada teman-teman yang memvideokan, seperti yang kita lihat dari gambar luar. Kalau video minta tolong kemudian dari asal sumber api itu tidak ada," jelasnya saat ditemui di RSUD Kabupaten Tangerang, Kamis 9 September 2021.
Dia menjelaskan, pihaknya kerap melakukan razia ponsel di dalam lapas.
"Penggeledahan itu dilakukan secara rutin maupun sudah rutin. Rutin sebulan bisa dijadwalkan secara bersama-sama, bisa dijadwalkan secara struktural, bisa dijadwalkan rekan-relan kepentingan tertentu," katanya.
Menurutnya, jika ada napi yang menggunakan ponsel di dalam lapas dapat melanggar tata tertib.
Dia menambahkan, pihaknya telah memfasilitasi alat komunikasi bagi napi.
"Tidak dipungkiri narapidana itu butuh komunikasi. Di Lapas Kelas 1 Tangerang telah menyiapkan 10 boks bilik untuk komunikasi virtual, video conference yang 24 jam bisa digunakan oleh warga binaan," pungkasnya.
Seperti diketahui, diduga telah beredar rekaman video terkait insiden kebakaran dari dalam blok C2.
Marah hebat, stres berat, hingga kecemasan berlebihan sering kali dianggap sebatas persoalan emosional atau psikologis biasa.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan. Kemunculan daratan tersebut berasal dari material vulkanik yang terakumulasi selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Seorang kurir sabu berinisial KH, 61, diringkus aparat Polres Metro Jakarta Pusat membawa 20,5 kilogram sabu-sabu di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews