Connect With Us

MUI Masih Perbolehkan Salat Berjemaah di Masjid, Ini Syaratnya

Tim TangerangNews.com | Senin, 7 Februari 2022 | 17:45

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam. (@TangerangNews / Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)

TANGERANGNEWS.com-Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 menjadi perhatian khusus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sejauh ini MUI masih memperbolehkan pelaksanaan salat berjemaah di masjid meski terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang tajam.

Diperbolehkannya salat berjemaah  di masjid  dengan catatan tetap meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. MUI berkeyakinan pemerintah masih mampu menangani dan mengendalikan wabah Covid-19. 

“Dengan demikian, aktivitas sosial keagamaan yang dilaksanakan secara berjemaah dapat dilakukan sebagaimana biasa," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam dalam keterangannya melalui Youtube, Senin 7 Februari 2022.

Pernyataan Asrorun Niam ini untuk mengklarifikasi atas sejumlah informasi yang menyatakan bahwa MUI mengimbau masyarakat Muslim untuk tidak melaksanakan salat Jumat dan menggantinya dengan salat Zuhur.

“Peningkatan kasus Covid-19 mesti menjadi perhatian bersama. Namun, porsi mengenai pembatasan aktivitas sosial secara ketat merupakan ranah pemerintah,” ujar Asrorun Niam.

Dia melanjutkan, aktivitas kegiatan keagamaan yang berbasis jemaah juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari public policy. “Apakah nanti pemerintah masih mampu mengendalikan atau tidak," tutur Asrorun Niam.

Meskipun aktivitas sosial keagamaan secara berjemaah masih bisa dilakukan, Asrorun Niam menegaskan bahwa hal tersebut harus dijalankan dengan prokes secara ketat. “Untuk perkembangan lanjutan, tentunya kita akan mengikuti dinamika dan juga perkembangan porsi yang diambil oleh pemerintah," ujarnya.

Adapun Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengajak masyarakat untuk meningkatkan prokes demi mencegah penularan Covid-19 varian Omicron yang saat ini penyebarannya sudah tinggi di Indonesia.

"Dikejutkan dengan adanya varian baru yang disebut Omicron yang akan mengganggu keselamatan kita, MUI mengimbau kepada seluruh umat dan warga bangsa untuk mematuhi prokes," tuturnya.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan para ahli varian Omicron dapat menular lebih cepat ketimbang varian sebelumnya. Bahkan sejumlah negara merasakan dampak dari varian baru ini dengan terjadinya lonjakan angka kasus harian positif Covid-19.

Maka dari itu, upaya yang mudah dan murah agar terhindar dari penularan Covid-19 yakni disiplin menerapkan prokes seperti memakai masker ketika keluar rumah, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, hingga mengurangi mobilitas yang tak perlu.

"Para ahli dan pemerintah selalu mengingatkan dan mengimbau untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan menghindari keramaian," terangnya.

Selain itu, ia mengimbau kepada pengelola ruang-ruang publik agar mengikuti petunjuk dari pemerintah serta terus memantau perkembangan penularan untuk kemudian dijadikan acuan dalam menerapkan kebijakan.

BANTEN
PLN UID Banten Gelar Simulasi Penanganan Limbah B3, Latih Respons Cepat Kondisi Darurat

PLN UID Banten Gelar Simulasi Penanganan Limbah B3, Latih Respons Cepat Kondisi Darurat

Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:36

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar Simulasi Tim Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

HIBURAN
Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:53

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gading Serpong memperingati Hari Batik Nasional dengan menggelar “Rona Nusantara”, Jumat 2 Oktober 2026.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

KOTA TANGERANG
Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45

Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill