Connect With Us

Larangan SOTR, Wali Kota dan Kapolres Tangerang Tekankan Solusi Ini

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 8 April 2022 | 22:41

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah bersama Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo dan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin menghadiri undangan diskusi Ngobrol Pintar di Tangcity Mal, Jumat 8 April 2022. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah bersama Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo dan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin menghadiri undangan diskusi Ngobrol Pintar Isu di Tengah Masyarakat (Ngopi Item) yang diselenggarakan Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya di Tangcity Mal, Jumat 8 April 2022.

Acara diskusi tersebut berfokus kepada pembahasan terkait larangan sahur on the road (SOTR), maslahat atau mudharat, yang kerap menjadi perbincangan di masyarakat khususnya di Kota Tangerang.

Arief mengatakan, makna sahur on the road yakni sedekah atau berbagi di bulan penuh berkah, namun yang terjadi pergeseran kegiatan. Di mana bermula membagikan makanan sahur berubah menjadi ajang kumpul-kumpul oknum kelompok untuk adanya terjadi tawuran serta anarkisme lainnya.

"Saat ini kejadian ini sering terjadi kepada anak-anak sekolah. Kami pun tidak ingin ada masyarakat kita yang menjadi korban hanya karena mereka terjadi benturan," ujarnya.

Arief menuturkan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama kepolisian terus berupaya menciptakan wilayahnya agar menjadi nyaman, aman, dan harmonis.

Sebelum memasukin Ramadan, ujar dia, pihaknya sudah melakukan apel gabungan guna mempersiapkan dan mengerahkan petugas untuk keamanan masyarakat dan Kota Tangerang. Hanya saja untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat ini tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah dan kepolisian saja. “Tapi kita semua terlebih kepada para orang tua dalam mendidik anak-anaknya," jelasnya.

Menurut Arief, pihaknya bisa saja memantau semua kegiatan dari kelompok-kelompok yang membuat kericuhan di Kota Tangerang. Namun, lanjutnya, saat ini pihaknya lebih cenderung kepada pemantauan terhadap pihak sekolah serta para guru. 

"Kalau ada SMP Negeri yang tawuran, kepseknya (kepala sekolah) saya copot. Bagi yang swasta BOP (biaya operasional pendidikan) kita pending. Karena saat ini senakal apapun tidak lagi dikeluarkan, karena seburuk apapun dia adalah masa depan kita, makanya Dindik (Dinas pendidikan) kasih tugas yang lebih intens lagi," ungkap Arief.

Sementara, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin, menjelaskan pihaknya menerjunkan sebanyak 250 personel untuk melakukan pengawalan bagi masyarakat yang membutuhkan dalam pemberian makanan saat sahur. Hal itu dapat menjadi salah satu solusi saat larangan kegiatan SOTR digemakan.

"Manakala ada yang ingin dibagikan ke masyarakat, dari kami akan bantu pengawalan. 250 personel kami yang tersebar di 35 titik pos pemantauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) siap dikerahkan, tinggal diinformasikan ke pihak kepolisian," kata Komarudin.

Komarudin menuturkan, alasan adanya pihaknya melakukan pengawalan lantaran untuk menghindari terjadinya kejahatan jalanan atau street crime. 

"Kalau mau bersedekah di bulan Ramadan, lebih baik dengan cara-cara yang elegan untuk menghindari terjadinya gesekan atau gangguan Kamtibmas," katanya.

Menurut Komarudin, saat ini fenomena ajakan tawuran melalui media sosial dengan mengajak kelompok lainnya sudah lazim ditemui. Maka dari itu, kata Komarudin, pihaknya melakukan berbagai upaya baik preventif dan preemtif untuk memantau aktivitas masyarakat pelaku kejahatan pada malam hari. 

"Kami telah mendirikan 35 pos pantau. Petugas mulai berjaga di pos pemantauan mulai pukul 00.00-05.00 WIB, guna mencegah adanya gesekan hingga gangguan Kamtibmas lainnya," jelasnya.

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo menambahkan, permasalahan yang kerap terjadi di kalangan anak muda membuat pihaknya mengusulkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. 

Selain itu, pihaknya juga akan membuat Raperda Peraturan Pendidikan tentang Penyelenggaraan Pesantren.

Gatot berharap ke depannya tenaga pendidik bisa lebih memantau anak-anak didiknya walaupun dalam mendidik pelajar bukan hanya tanggung jawab pengajar tapi juga para orang tua dan lingkungan sekitar. “Karena lingkungan yang baik menghasilkan generasi yang baik," kata Gatot.

BISNIS
Cara Membangun Personal Branding di TikTok Menurut Pakar 

Cara Membangun Personal Branding di TikTok Menurut Pakar 

Sabtu, 20 April 2024 | 22:07

Personal branding saat ini merupakan elemen krusial dalam strategi pemasaran, terutama di era media digital.

OPINI
Gurita Korupsi, Praktik Culas Pertambangan “Si Emas Putih”

Gurita Korupsi, Praktik Culas Pertambangan “Si Emas Putih”

Senin, 15 April 2024 | 12:24

Jagat dunia maya tengah dihebohkan oleh kasus korupsi super besar yang terjadi baru-baru ini, yakni korupsi yang melibatkan suami dari aktris Sandra Dewi, Harvey Moeis, serta Helena Lim sosok yang terkenal sebagai crazy rich Pantai Indah Kapuk (PIK).

BANDARA
Imbas Erupsi Gunung, AirNav Perpanjang Penutupan Bandara Sam Ratulangi Manado 

Imbas Erupsi Gunung, AirNav Perpanjang Penutupan Bandara Sam Ratulangi Manado 

Kamis, 18 April 2024 | 15:03

Gunung Ruang di Sulawesi Utara mengalami erupsi dengan ketinggian letusan mencapai 3725 meter di atas permukaan laut pada Rabu, 17 April 2024.

NASIONAL
Tok! MK Tolak Gugatan AMIN Terkait Pembatalan Hasil Pilpres 2024

Tok! MK Tolak Gugatan AMIN Terkait Pembatalan Hasil Pilpres 2024

Senin, 22 April 2024 | 14:06

Gugatan dari Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar (AMIN) terkait pembatalan hasil Pemilu 2024 ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill