Connect With Us

Cristine Masih Sembunyikan Anjing, Diperiksa Polsek Cipondoh Senin Depan

Tim TangerangNews.com | Sabtu, 9 April 2022 | 22:52

Cristine (kiri), 30, saat melapor ke Propam Polres Metro Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Cristine, terlapor perkara dugaan pencurian anjing di Cipondoh Tangerang, sampai saat ini masih menyembunyikan tiga ekor anjing curiannya dan menolak mengembalikan anjing tersebut ke pemiliknya. 

Hal tersebut dikatakan Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah, seperti dilansir dari Tempo, Sabtu 9 April 2022,  yang mengkonfirmasi pemeriksaan terhadap Cristine akan dilakukan pada Senin 11 April 2022. 

Menurut Ubaidillah, jika Cristine mau mengembalikan tiga ekor anjing ke pemiliknya, yaitu Parmin, maka kasus ini sudah selesai sebab si pemilik anjing hanya ingin binatang peliharaannya dikembalikan.

Namun ketika kedua pihak di dihadapkan pada 31 Maret di rumah Cristine, kata Ubaidillah, terlapor menolak memberikan anjing itu. “Sampai saat ini ketiga ekor anjing itu masih disembunyikan," ungkap Ubaidillah.

Ubaidillah menerangkan, karena sikap Cristine itulah Parmin akhirnya mendesak polisi mengusut kasus ini. "Penyidik wajib menindaklanjuti laporan warga tersebut, sehingga proses hukum kasus ini tetap kami tegakan," ujarnya. 

Ia menyebutkan pihaknya mengagendakan pemeriksaan terhadap terlapor Cristine pada Senin depan pukul 10.00 WIB. “Agenda pemeriksaan baru ditujukan kepada Cristine,” ucap Ubaidillah.

Adapun mengenai dua orang perempuan yang membantu Cristine seperti yang tampak di rekaman CCTV, Ubaidillah menyebut sampai saat ini belum diketahui identitasnya. “Ini akan kami gali dari terlapor," jelasnya.

Sementara itu sebelumnya, Cristine mengakui telah mengambil anjing milik Parmin tanpa izin dengan alasan ingin merawat anjing tersebut karena kasihan dengan kondisi anjing. 

Kasus ini berawal pada Selasa 29 Maret 2022, saat Parmin sedang di luar rumah, ia mendapat telepon dari anaknya bahwa tiga ekor anjing yang diikat di bawah pohon dekat sungai Green Lake City hilang.

“Lokasinya berjarak sekitar 30 meter dari toko accu. Karena lokasinya di seberang jalan dan anaknya sempat melihat diduga pelaku yaitu tiga perempuan yang tidak dikenal,” kata Ubaidillah.

Kemudian korban langsung pulang dan sempat mencari tiga perempuan yang diduga mengambil anjingnya tersebut. Namun setelah mencari sampai malam hari di sekitaran perumahaan Green Lake City, pelaku tidak diketemukan hingga akhirnya korban pulang.

Keesokan harinya pada Rabu 30 Maret 2022, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Cipondoh atas kasus kehilangan tiga ekor anjing, yakni satu ekor anjing jenis Golden Retriever dan dua ekor anjing jenis Siberian Husky.

“Atas laporan tersebut selanjutnya Tim Reskrim Polsek Cipondoh melakukan cek TKP. Di lokasi, petugas hanya menemukan rantai pengikat anjing yang masih terikat di pohon,” jelas Ubaidillah.

Selanjutnya, dilakukan penyelidikan dengan melihat rekaman CCTV dan terlihat pelaku tiga perempuan yang mengambil anjing tersebut, dengan mengendarai satu unit mobil Toyota Yaris warna putih nopol B -1192-VMR.

Pada 31 Maret 2022, setelah dilakukan penyelidikan, penyidik telah menemukan dua alat bukti yakni keterangan saksi, surat dan petunjuk. “Sehingga penyidik melakukan gelar perkara dan menaikkan ke tahap penyidikan,” kata Ubaidillah.

Kemudian, diketahui rumah salah satu perempuan yang membawa anjing milik korban yang diketahui bernama Cristine. Lalu, Tim Reskrim bersama dengan korban, didampingi ketua RT dan Satpam setempat langsung mendatangi rumah Cristine.

Setelah Cristine mengklarifikasi, Parmin tetap ingin anjing miliknya dikembalikan dan menyangkal telah menganiaya anjing tersebut. “Namun pelaku tetap tidak mau menyerahkan anjing korban. Setelah dilakukan upaya negosiasi tidak berhasil, penyidik dan korban kembali ke Polsek,” lanjut Ubaidillah.

KAB. TANGERANG
Ini Orangnya, Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sampai Meninggal

Ini Orangnya, Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sampai Meninggal

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:01

Petugas Kepolisian akhirnya mengamankan tersangka kasus tabrak lari yang menewaskan seorang tokoh Pramuka asal Tangerang, Herman Sulistyo, 71, alias Kak Herman tahun di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu 7 Juni 2026

OPINI
Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:20

Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.

BANDARA
Pulang dari Bangkok Positif Narkoba, BNN Tangkap 10 WNI di Bandara Soetta

Pulang dari Bangkok Positif Narkoba, BNN Tangkap 10 WNI di Bandara Soetta

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:40

Sebanyak 10 orang warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Bangkok, Thailand, langsung ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill