Connect With Us

Asda I Pemprov Banten Beri Tips Siswa Tangerang Bangun Karir di Era Industri 4.0

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 9 April 2022 | 14:08

Asda I Pemprov Banten Beri Tips Siswa Tangerang Bangun Karir di Era Industri (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Asisten Daerah (Asda I) Sekretariat Daerah Provinsi Banten Komarudin berbagi tips dengan siswa di Kabupaten Tangerang tentang bagaimana membangun karir di era industri 4.0

Menurutnya, setelah menamatkan SMA, para siswa harus tahu akan melanjutkannya kemana, karena erat kaitannya dengan impian berikut perencanaan karir ke depan.

Sedangkan impian dan perencanaan, merupakan prasyarat seseorang sampai pada kesuksesan.

“Karena ciri-ciri orang gagal itu, dia tidak punya impian, tidak berani bermimpi, juga tidak mau membayar impian, dan pastinya selalu cari-cari alasan,” tegasnya saat menjadi narasumber secara virtual di acara Career Day bagi siswa SMA kelas XII di Kabupaten Tangerang, Jumat 8 April 2022.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten itu mengatakan, ada banyak macam profesi yang bisa dipilih untuk menetapkan tujuan serta berkarir ke depan. 

Namun apapun profesi itu, yang terpenting ialah terdapat kebulatan tekad, tanggung jawab serta upaya menjalaninya dengan sepenuh hati.

“Makanya pilih tujuan profesi berdasarkan potensi kita, bakat kita, passion kita. Tidak usah karena dipaksa atau dihantui oleh keadaan masa lalu kita,” sarannya.

Komarudin mencontohkan seseorang yang seringkali dihantui bayang-bayang kondisi masa lalu dalam melangkah ke depan.

Kondisi itu, antara lain berupa latar belakang keluarga seperti pendidikan, ekonomi atau status orang tua sehingga membuat seseorang tertekan. Padahal, semua itu tidak ada kaitan langsung yang menentukan kesuksesan seseorang. 

“Di mana kita lahir, dilahirkan dari orang tua mana, suku apa, dan kapan kita lahir itu adalah takdir Tuhan. Kita tidak bisa memilih. Tetapi ketika kita sudah lahir, kita mau hidup menjadi apa, Tuhan memberi kebebasan kepada kita bahwa itu adalah pilihan kita,” paparnya.

Oleh karena itu, daripada memikirkan masa lalu, Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Tangerang itu menyarankan lebih baik fokus mengenali kemampuan diri sendiri.

Selanjutnya, langkah-langkah pengembangan diri perlu terus dilakukan hingga akhirnya sampai pada satu titik yang dicita-citakan.

“Kuncinya jujur, disiplin, kerja keras dan cerdas, kreatif, punya kemampuan menjual gagasan, kemampuan mengelola hidup dan bergaul dengan baik, punya jiwa kepemimpinan, juga semangat dan kepribadian yang kompetitif,” ungkapnya.

Ia yakin, melalui langkah tersebut seseorang tidak hanya selamat dari kegagalan melainkan juga akan bahagia dalam menjalani kehidupan.

“Tentu, doa terutama doa orang tua juga jadi salah satu kuncinya," pungkas Komarudin.

TEKNO
YouTube Eror di Indonesia, Pengguna Tak Bisa Akses Beranda hingga Shorts

YouTube Eror di Indonesia, Pengguna Tak Bisa Akses Beranda hingga Shorts

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:37

Layanan berbagi video milik Google, YouTube, dilaporkan mengalami gangguan secara global pada Rabu, 18 Februari 2026, pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill