KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi meninjau pasar tradisional di Kota Tangerang, untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok pada bulan Ramadan dan menjelang Lebaran 2022.
Lutfi datang bersama rombongannya ke Pasar Anyar, Kamis 21 April 2022 pagi. Ia langsung meninjau setiap lapak pedagang, terutama yang menjual kebutuhan pokok. Ia juga berinteraksi dengan pedagang untuk mengetahui pasokan serta stabilitas harga.
Lutfi mengatakan yang menjadi sorotannya adalah bahan pokok yang diburu masyarakat pada Hari Raya Idul Fitri, mulai dari beras, telur ayam, minyak goreng, daging sapi hingga daging ayam.
Menurutnya, ketersediaan bahan pokok di wilayah Kota Tangerang sangat cukup, karena pasokan tidak temui kendala.
“Dipastikan mampu mencukupi memenuhi permintaan masyarakat hingga Lebaran mendatang,” katanya.
Sementara, untuk harga kebutuhan pokok di pasar Kota Tangerang mulai merangkak naik, seperti daging sapi kini dijual Rp150.000 perkilogram, telur ayam Rp26.000 perkilogram, dan daging ayam Rp40.000 rupiah perkilogram.
Lalu, gula pasir dijual Rp14.000 perkilogram, terigu Rp 13.000 rupiah perkilogram, minyak goreng curah dijual seharga Rp19.000 perkilogram, serta minyak goreng kemasan Rp22.000 perkilogram.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGDinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar program pelatihan keterampilan digital bagi kalangan pemuda masjid.
International Media Support (IMS) dari Denmark bersama Suara.com menggelar Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel Jakarta, 22-23 Oktober 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews