Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya
Senin, 27 Juli 2026 | 14:28
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar bazar murah di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Bazar ini diikuti lima kecamatan yang menyediakan berbagai bahan kebutuhan pokok saat Ramadan.
Lima kecamatan itu yakni Kecamatan Legok, Kecamatan Pagedangan, Kecamatan Kelapa Dua dan Kecamatan Curug.
Camat Legok Cucu Abdurrosid menjelaskan, kegiatan Bazar murah ini diinisiasi langsung oleh Pemkab Tangerang yang digelar serentak pada Kamis, 21 April 2022.
''Lima kecamatan digabung di satu lokasi, untuk bagian daerah Tengah ini lokasinya di Kecamatan Legok,'' ucapnya.
Camat Pagedangan Ahmad Zaenudin mengatakan, dengan adanya bazar murah, masyarakat bisa terbantu untuk memenuhi kebutuhan pokok di bulan Ramadan.
''Masyarakat sangat antusias dengan adanya bazar ini, mereka sangat terbantu,'' katanya.
Camat Kelapa Dua Prima Saras Puspa juga mengatakan hal senada. Sambutan dari masyarakat sangat baik dengan antusias yang cukup tinggi untuk datang ke lokasi bazar.
''Masyarakat sangat antusias khususnya warga kelapa dua, karena harga di bazar jauh lebih murah pertandingannya dengan di pasar,'' jelasnya.
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TODAY TAGKabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews