Connect With Us

Jelang Ramadan, Disindagkopukm Kota Tangerang Gelar Bazar Sembako

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 17 Maret 2022 | 14:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bekerja sama dengan Bulog menggelar bazar sembako di tingkat kecamatan secara berkala. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Disindagkopukm bekerja sama dengan Bulog menggelar bazar sembako di tingkat kecamatan secara berkala.

Bazar sembako tersebut merupakan program tahunan menjelang bulan puasa atau Ramadan 1443 Hijriah. Adapun hari pertama, bazar sembako berlangsung di Kecamatan Karawaci dan Periuk, Kamis 17 Maret 2022.

Kepala Disindagkopukm Kota Tangerang Suli Rosadi mengungkapkan, ada lima komoditi yang ditawarkan pada bazar pangan kali ini, di antaranya beras 5 kilo harga Rp58 ribu, 1 kilo Rp12 ribu, gula Rp12.500, minyak goreng dua liter Rp28 ribu, daging kerbau Rp77 ribu, dan tepung terigu Rp9 ribu. 

Untuk di Kecamatan Karawaci stok yang disiapkan, beras 550 liter, gula 200 kilogram, minyak goreng 1.600 liter, daging 100 kilogram, dan terigu 50 kilogram. Setiap kecamatan disiapkan stok yang berbeda-beda. Pasalnya, setiap kecamatan punya luas kelurahan yang beda. “Jadi kita siapkan sesuai kondisi di masing-masing wilayah,” ungkap Suli, usai meninjau di Kecamatan Karawaci. 

Suli menjelaskan, untuk 11 kecamatan lainnya diharapkan bersabar dan terus memantau informasi diberbagai sosial media Pemkot Tangerang, terkait lokasi dan waktu pelaksanaan di wilayah masing-masing. 

Pihaknya pun berharap masyarakat untuk tidak panik dalam berbelanja kebutuhan. “Tidak melakukan belanja yang berlebih, hingga terjadi stok komoditi yang berlebih di banding biasanya. Semoga, dengan bazar sembako seperti ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dapur,” katanya. 

Sementara itu, sejumlah komoditi yang ditawarkan diketahui juga banyak dijual di pasaran, tak terkecuali minyak goreng. Namun, para warga mengaku harga bazar sembako jelang Ramadan ini lebih murah dibanding di pasaran. 

Hal tersebut, seperti yang diungkapkan Ririh, warga Kecamatan Karawaci yang mengaku di warung-warung dekat rumahnya minyak, gula, tepung, dan lainnya memang tersedia. Namun, untuk minyak goreng dan tepung terigu memang lebih murah di bazar sembako jelang Ramadan ini. 

“Kalau di warung-warung dekat rumah minyak itu lagi mahal banget, jadi terbantu banget dengan adanya bazar seperti ini. Sama seperti dengan terigu, biasanya di pasaran sekitar Rp11 ribu, di sini saya beli hanya Rp9 ribu. Semoga bisa digelar lagi bazar seperti ini,” katanya.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

BISNIS
Lebarkan Sayap ke Tangerang, Koleksi Jamise Syari Jadi Incaran Gen Z hingga Jemaah Umrah

Lebarkan Sayap ke Tangerang, Koleksi Jamise Syari Jadi Incaran Gen Z hingga Jemaah Umrah

Senin, 6 Juli 2026 | 22:31

Kiblat modest fashion bagi generasi muda kini semakin berkembang dinamis. Menjawab tingginya antusiasme pasar muslimah di wilayah Tangerang dan sekitarnya, brand fesyen syar'i asal Bandung, Jamise Syari, resmi melebarkan sayapnya

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill