Connect With Us

Bahan Pangan Mengandung Zat Berbahaya Beredar di Pasar Modern Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 25 April 2022 | 17:05

Bahan pangan mengandung zat berbahaya ditemukan beredar luas di Pasar Modern, Cikokol, Kota Tangerang, jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, Senin 25 April 2022. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Bahan pangan mengandung zat berbahaya ditemukan beredar luas di Pasar Modern, Cikokol, Kota Tangerang, jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, Senin 25 April 2022.

Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan petugas gabungan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Tangerang bersama BPOM Banten, terhadap 33 sampel bahan pangan yang dijual pedagang Pasar Modern Town. 

“Dari hasil uji laboraturium lapangan, tiga bahan pangan positif mengandung zat berbahaya, untuk tahun putih dan kulit mengandung formalin, kerupuk gendar mengandung boraks,” kata Suli Rosadi, Kepala Dinas Perindagkop UKM Kota Tangerang di lokasi.

Pedagang yang kedapatan menjual bahan pangan berbahaya dilakukan pembinaan dan membuat surat perjanjian untuk tidak menjual kembali.

Sri Kasianingsih, Staff Infokom BPOM Banten mengatakan, umumnya pedagang hanya menerima barang untuk dijual dan disinyalir oknum yang menambahkan zat berbahaya adalah produsen atau pemasok bahan pangan.

“Bahan pangan mengandung formalin ataupun borak sangat berbahaya bagi kesehatan, jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu lama," katanya.

Untuk itu, masyarakat diminta lebih teliti saat membeli bahan pangan. Jika ditemukan bahan pangan yang tidak mudah membusuk, maka dimungkinkan mengandung formalin atau zat pengawet jenazah.

OPINI
Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Senin, 2 November 2026 | 17:31

Perdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill