2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com-Dinas PUPR Kota Tangerang menindaklanjuti laporan dan keluhan warga terkait masalah lingkungan di Jalan Perintis kawasan Pasar Lama, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Tim Dinas PUPR Kota Tangerang dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Tengah pun langsung diterjunkan menangani drainase yang tidak berfungsi maksimal dan jalan yang rusak, Jumat 27 Mei 2022.
Kepala UPT Tengah Dinas PUPR Kota Tangerang Dimas Ali mengatakan, pihaknya melakukan normalisasi drainase di lingkungan Jalan Perintis.

Saat petugas melakukan normalisasi, kata Dimas Ali, ditemukan sedimentasi dan sampah-sampah.
Sedimentasi dan sampah tersebut mengakibatkan gorong-gorong tidak berfungsi secara maksimal alias pampat.
"Memang ditemukan adanya sedimentasi ya apalagi ada sampahnya saat petugas melakukan pembersihan," jelasnya.

Selain itu, tim UPT Tengah juga melakukan perbaikan jalan rusak di lingkungan tersebut. "Jalannya kami perbaiki, memang ada kerusakan," tuturnya.
Dinas PUPR mengharapkan, warga untuk disiplin dalam menjaga lingkungannya.
"Tentunya saya harap ke depan masyarakat bisa menjaga drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan," pungkasnya.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGKekuasaan sering kali merasa mengetahui apa yang terbaik bagi rakyatnya. Dengan kewenangan yang dimiliki, pemerintah dapat membuat peraturan, mengalokasikan anggaran, membangun infrastruktur, dan menentukan arah pembangunan.
Rumah di Binong Permai, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, dibobol maling saat ditinggal penghuninya bepergian ke luar kota.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews