Connect With Us

Dikenal Baik dan Agamis, Santri Korban Pengeroyokan di Cipondoh Tangerang Ingin Jadi Pendakwah

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 30 Agustus 2022 | 08:12

Ayah santri korban pengeroyokan hingga tewas di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Qur'an Lantaburo di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, memegang foto anaknya. (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra)

TANGERANGNEWS.com-Santri korban pengeroyokan berinisial RAP, 12, di Pondok Pesantren Daarul Qur'an Lantaburo, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dikenal sebagai sosok anak yang baik dan agamis.

Ayah korban, Afriyadi mengungkapkan, RAP dimasukkan ke pondok pesantren baru sekitar dua bulan yang lalu. Keinginan mengeyam ilmu di pondok pesantren atas permintaan RAP sendiri, lantaran kelak ingin menjadi pendakwah.

Afriyadi menyampaikan, semasa hidup RAP merupakan sosok anak yang baik dan agamis. RAP sering menjadi bilal di masjid belakang rumahnya. Bahkan, terkadang berebut dengan temannya untuk bisa mengumandangkan azan.

"Suka membantu. Kadang kalau melihat orang yang terlihat butuh bantuan, dia akan menawarkan diri untuk membantu. Bersosialnya bagus," ujarnya saat ditemui di rumah duka di Jalan KH Hasyim Ashari RT1/8, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin, 29 Agustus 2022.

Kakek korban, Arifin mengatakan, sejak kecil RAP memiliki keingintahuan yang tinggi tentang ilmu keagamaan. Arifin mengaku dirinya sering mendapatkan pertanyaan dari RAP terkait ilmu-ilmu agama. 

"Dia bertemannya baik. Di lingkungan sini juga bertemannya baik," ungkap Arifin.

Selain di lingkungan keluarga, sosok RAP juga cukup dikenal dekat dengan tokoh-tokoh agama dan pengurus masjid di lingkungannya. 

Sebelum masuk pondok pesantren, RAP aktif mengaji di Masjid Al-Barkah, Jalan KH Hasyim Ashari, RT6/RW7, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang.

Kabar meninggalnya RAP, 12, pun sangat mengagetkan Satibi, guru mengajinya di masjid tersebut. Satibi menganggap tidak percaya mendengar kabar kematian RAP.

Satibi sempat memandikan jenazah RAP sebelum jasadnya dikebumikan. Menurutnya, luka dari RAP paling banyak berada di bagian kepala. Sebelum disalatkan, kepalanya harus dibungkus plastik, agar darahnya tidak menetes ke masjid.

Satibi mengatakan, selama belajar mengaji dengannya RAP belum pernah berkelahi dengan teman-temannya. Ia juga mengenal RAP sebagai anak yang baik.

Ia pun menampik kabar yang menyatakan bahwa RAP berperilaku kurang baik, karena selama mengaji dengannya RAP anak yang sopan, dan paling semangat belajar agama.

"Azannya bagus suaranya. Baru tiga hari yang lalu sebelum meninggal dia mengisi azan di masjid ini," pungkasnya.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

KOTA TANGERANG
Diana Rosiyana Dilantik Anggota DPRD Kota Tangerang, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga

Diana Rosiyana Dilantik Anggota DPRD Kota Tangerang, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:16

Diana Rosiyana resmi dilantik menjadi anggota DPRD Kota Tangerang melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW), Senin 12 Oktober 2026.

HIBURAN
Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52

Batik Indra Loka memperkenalkan 30 koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) melalui Saun Tara Collection Premiere di Pendopo, Living World Alam Sutera, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill