Connect With Us

Sungai Cisadane Surut, Suplai Air Perumdam TB Tangerang Terhenti

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 17 September 2022 | 16:56

Tampak kondisi debit Sungai Cisadane di Kota Tangerang surut, Sabtu, 17 September 2022. (Istimewa / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Debit Sungai Cisadane yang menjadi bahan baku air Perumdam Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang surut. Akibatnya, suplai air bersih dari pelayanan Perumdam TB pun terhenti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Humas Perumdam TB, kondisi level intake pada Sabtu, 17 September 2022 pukul 01.15 WIB, berada pada 10.5 mdpl.

"Kondisi ini menyebabkan terganggunya proses produksi di instalasi pengolahan air dan saat ini suplai air ke seluruh pelanggan menjadi terganggu," tulisnya dalam akun Instagramnya @humasperumdamtb.

Adapun gangguan suplai air bersih dari Perumdam TB ini belum diprediksi kapan bisa normal kembali.

"Sementara proses pengolahan air bersih dihentikan," tambahnya.

Namun, pihak Perumdam TB akan segera mengupayakan normalisasi suplai air ke pelanggan apabila level air baku meningkat dan instalasi pengolahan air kembali beroperasi.

"Kami upayakan segera menormalisasi suplai air apabila air Cisadane kembali normal," imbuhnya.

NASIONAL
 Perusahaan Otomotif Jepang Mau Hengkang ke Vietnam Jadi Sinyal Kuat PHK Massal

Perusahaan Otomotif Jepang Mau Hengkang ke Vietnam Jadi Sinyal Kuat PHK Massal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Munculnya informasi mengenai potensi relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam perlu menjadi perhatian serius semua pemangku kepentingan.

SPORT
Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54

Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill