Produksi Padi Banten Tembus 1,8 Juta Ton di Tahun 2025
Rabu, 7 Januari 2026 | 21:21
Provinsi Banten mencatatkan progres signifikan di sektor ketahanan pangan sepanjang tahun 2025.
TANGERANGNEWS.com-Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang mendapatkan respons positif terkait diterapkannya penyesuaian tarif bagi pelanggan industri niaga dan pelabuhan.
"Ada dari PT Dinamika (industri) merespons positif penyesuaian tarif. Artinya mereka juga menyadari betul memang PDAM ada pengembangan pelayanan dan manfaat pelayanannya dirasakan bagus. Jadi ada respons baik dari industri," ujar Sumarya, Direktur Utama Perumda TB saat ditemui di kantornya, Kamis 21 Juli 2022.
Sumarya menjelaskan, penyesuaian tarif bagi pelanggan industri niaga dan pelabuhan telah ditetapkan menjadi Rp13.500 per kubik, dari sebelumnya Rp9.000 per kubik.
Penetapan penyesuaian tarif tersebut diberlakulan pada Juli 2022, untuk tagihan pada Agustus 2022. Adapun dasar penyesuaian tarif ini berdasarkan Peraturan Wali Kota Tangerang No 7/2022.
"Tarif yang disesuaikan dari Perwal ini masih lebih rendah dibandingkan besaran tarif yang ditetapkan Pergub, yakni Rp17.048 per kubiknya," jelasnya.
Sumarya menyebut, pihak industri memberikan respons positif terkait penyesuaian tarif pelanggan lantaran demi pengembangan pelayanan dan demi bisa berkontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Tentunya dengan penyesuaian tarif ini kita akan meningkatkan dan memperluas pelayanan. Artinya kita bisa investasi dan kontribusi," katanya.
Sumarya menambahkan, pihaknya berkomitmen akan mengiringi penyesuaian tarif dengan peningkatan kualitas, kuantitas dan kontinuitas (K3).
"Nantinya di tahun 2022 ini juga penyesuaian tarif akan diterapkan bagi pelanggan perumahan," pungkasnya.
Provinsi Banten mencatatkan progres signifikan di sektor ketahanan pangan sepanjang tahun 2025.
TODAY TAGJika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
Merencanakan liburan sejak awal tahun menjadi strategi yang banyak dipilih masyarakat agar waktu istirahat bisa dimaksimalkan tanpa harus mengambil cuti terlalu banyak.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews