Connect With Us

Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Ratusan Suporter Se-Tangerang Raya Minta Usut Tuntas

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 5 Oktober 2022 | 10:31

Ratusan suporter sepak bola se-Tangerang Raya doa bersama korban tragedi Kanjuruhan, Malang, di Stasiun Benteng Reborn, Kota Tangerang, Selasa 4 Oktober 2022, malam. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Komunitas suporter sepak bola se-Tangerang Raya mengelar doa bersama atas tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022 lalu.

Aksi solidaritas yang digelar di stadion Benteng Rebond, Selasa 4 Oktober 2022 malam itu, diwarnai dengan menyalakan lilin dan tabur bunga untuk mendoakan para korban tewas insiden itu.

Kegiatan ini melibatkan 18 Komunitas sepak bola se-Tangerang Raya yakni Suporter Persita Curva SUD, La Viola, Laskar Benteng Viola, Southern Ultras, North Legion, ICF, Benteng Mania, Curva Nord, Ultras Semau Gue (USG), Holigan, Suporter Persis Solo.

Kemudian Bonek Persebaya, Aremania Wilayah Kota Tangerang, Suporter PSM Makassar, Suporter PSIS Semarang, Viking Bandung, The Jak Mania Persija, Suporter PSMS Medan, Suporter PSIM jogja/Brajamusti dan Suporter PSS Sleman/Slemania.

Dalam doa bersama itu pun para suporter menyampaikan sejumlah penyataan sikap di antaranya menyesalkan kejadian di stadion Kanjuruhan Malang, mengecam aparat dalam pengamanan, dan PT LIB selaku penyelenggara Liga 1 harus bertanggungjawab atas peristiwa ini.

"Usut tuntas para pelaku," ujar salah satu suporter. 

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho yang mengawal aksi tersebut menyampaikan apresiasi karena sudah menggelar doa bersama, sebagai bentuk solidaritas seluruh pecinta sepak bola se-Tangerang Raya.

"Hal ini dapat mempersatukan semua elemen suporter yang ada di Tangerang Raya, agar kedepan kejadian tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak sehingga menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

Zain berharap, dengan kejadian di Kanjuruhan tersebut semua komunitas suporter yang ada di Tangerang Raya sepakat untuk menghentikan segala permusuhan, sebab sepak bola tidak lebih berharga dari pada hilang nyawa manusia.

"Dalam 90 menit boleh tim kita bersaing di lapangan, namun selebihnya ada lomba kreativitas suporter dan ingat sejarah latar belakang olahraga sepak bola adalah untuk mempersatukan semua elemen dalam satu persaudaraan. Semoga ini bisa di contoh oleh komunitas sepakbola di kota/kabupaten lain di Indonesia," katanya.

Ia juga meminta agar bersama-sama mendoakan para korban, baik suporter maupun aparat keamanan.

"Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dan kepada korban luka-luka agar cepat pulih kembali," kata Zain.

Wakil Wali Kota Sachrudin yang juga hadir mengatakan bahwa tragedi tersebut menjadi renungan bersama untuk seluruh masyarakat Indonesia tidak terkecuali di Kota Tangerang.

"Saya atas nama Pemkot Tangerang dan seluruh masyarakat Kota Tangerang mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang ditinggalkan, semoga ini menjadi pelajaran bagi kemajuan sepak bola Indonesia," ucap Sachrudin.

TANGSEL
Diduga Mau Tawuran, 12 Remaja Diciduk Polisi saat Pesta Miras di Ciputat

Diduga Mau Tawuran, 12 Remaja Diciduk Polisi saat Pesta Miras di Ciputat

Senin, 2 Februari 2026 | 15:54

Sebanyak 12 remaja diamankan Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur, Polres Tangerang Selatan karena kedapatan sedang pesta minuman keras (miras) yang diindikasi hendak melakukan aksi tawuran.

PROPERTI
Lampaui 1.170 Peserta, Perumahan MGK Serang Raih Juara BTN Housingpreneur 

Lampaui 1.170 Peserta, Perumahan MGK Serang Raih Juara BTN Housingpreneur 

Senin, 2 Februari 2026 | 14:00

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengumumkan para pemenang BTN Housingpreneur 2025 dalam seremoni penutupan BTN Expo 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Sabtu, 31 Januari 2026.

OPINI
Tangsel, Kota Pintar yang Gagap Sampah

Tangsel, Kota Pintar yang Gagap Sampah

Minggu, 1 Februari 2026 | 21:10

Krisis sampah di Tangsel bukan sekadar soal lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang penuh atau truk yang rusak. Masalah sebenarnya adalah kegagalan sistemik dalam menutup siklus konsumsi yang didorong oleh gaya hidup urban yang masif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill