Connect With Us

Tim Ahli Yakini Makam Mbah Buyut Jenggot di Tangerang Bukan Situs Cagar Budaya

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 23 Oktober 2022 | 18:30

Makam Keramat Mbah Buyut Jenggot di Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Tim Ahli Cagar Budaya Nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meyakini Makam Mbah Buyut Jenggot di Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, bukan situs cagar budaya.

Hal ini berdasarkan minimnya temuan data di lapangan untuk mendukung penetapan makam tersebut sebagai cagar budaya, sehingga masih memerlukan kajian lagi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Dr. Junus Satrio Atmodjo saat memimpin Sidang Kajian Penetapan Cagar Budaya secara daring, Kamis 23 Oktober 2022, lalu. 

"Karena cagar budaya itu status hukum dan kalau bisa dibuktikan juga secara hukum maupun secara akademik. Secara akademik memang argumentasinya kurang kuat," terangnya.

Sementara untuk menjadikan cagar budaya, menurutnya butuh kajian yang lebih dalam dan lengkap.

"Jadi bukannya kita menolak, kita pending sampai nanti muncul data yang kuat," imbuhnya.

Dr. Junus juga menyampaikan bahwa nisan Makam Mbah Jenggot yang berlokasi di Kelurahan Panunggangan Barat tidak asli, meskipun memang sudah berumur tua. Namun untuk keasliannya harus ditelusuri dari makam, jirah dan nisannya.

"Kita harus melihat sebagai satu keseluruhan. Ini belum ketemu antara tiga-tiganya. Artinya, sebagai ODCB (Objek Diduga Cagar Budaya) itu terbuka ya. Tetapi sebagai CB (Cagar Budaya) mungkin perlu kajian lebih lanjut, " paparnya. 

TACB Nasional juga mempertanyakan asal-usul Makam Mbah Jenggot. Seperti yang dilontarkan oleh Prof. Dr. Inajati Adrijanti kepada warga setempat.

"Yang membuat jirah itu yang dari keramik itu siapa, mengapa. Kemudian tokoh ini sebetulnya tokoh dari mana. Apakah ada sumber lokal yang menceritakan Buyut Jenggot itu. Karena itu kan nama julukan ya bukan nama aslinya. Riwayatnya, sejarahnya secara lokal apakah sudah pernah dilakukan penelitian atas itu?" pungkasnya. 

Sementara itu, Siti Aminah, Penjaga Makam Mbah Buyut Jenggot yang juga dimintai keterangan dalam rapat itu menjelaskan dirinya tahu keaslian makam tersebut berdasarkan pertemuannya dengan sosok tersebut. Saat itu Mbah Buyut Jenggot memperkenalkan diri ke Siti Aminah. 

"Saya dikenalkan dikasih wasiat, apapun dikasih sama waliullah itu Mbah Jenggot ya namanya. Saya tidak bisa ngomong ke siapa-siapa karena saya dikasih nama itu sama beliau," ujarnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

BANDARA
Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 15:26

Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill