Solusi Islam Atasi Gunungan Sampah
Selasa, 17 Februari 2026 | 18:06
Bahwa akar masalah dari gunungan sampah yang semakin tinggi adalah sebab diterapkannya sistem sekuler kapitalisme yang mengatur kehidupan umat manusia saat ini.
TANGERANGNEWS.com-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama peneliti klimatologi di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer mengungkap adanya potensi hujan beserta angin kencang di sejumlah wilayah Pulau Jawa seperti kawasan Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Potensi hujan lebat diprediksi mulai sejak dini hari dan bisa saja berulang dengan pola tempat dan waktu yang sama di antaranya dimulai dari pesisir barat Banten.
Hal tersebut berdasarkan data dari Satellite-based Disaster Early Warning System (SADEWA) milik BRIN. Besarnya penguatan angin baratan sampai lebih dari 10 meter per detik diketahui sebagai pemicunya.
Peneliti Klimatologi, Erma Yulihasti menjelaskan, penelitiannya tersebut mengungkap adanya angin baratan yang terbentuk tampak sebagai pembelokan angin selatanan yang melintasi Selat Sunda dan berubah arah menjadi angin baratan.
Konvergensi atau daerah pertemuan angin juga terjadi di atas daratan, yaitu antara angin dari barat dan angin dari selatan.
"Penguatan angin baratan karena pengaruh prakondisi pembentukan vorteks di atas Laut Jawa,” ujarnya dikutip dari tempo.co, Rabu, 26 Oktober 2022.
Lebih lanjut Erma menyebut, hujan di darat juga diperkuat dengan pembentukan garis-garis hujan squall line di atas laut selatan Jawa yang bermigrasi dari barat ke timur. Akibatnya, potensi hujan lebat di darat bahkan bisa terjadi dua kali dalam sehari.
Menurut Erma, waktu hujan dimulai dari dinihari hingga sekitar pukul 10.00 WIB dengan arah pergerakan hujan dari barat ke timur.
Kemudian berlanjut dari siang ke sore yang dimulai dari pegunungan di selatan lalu menuju ke pesisir utara dan menimbulkan hujan ekstrem dan angin kencang melanda kawasan tengah dan utara Jawa khususnya wilayah Jawa Timur.
TODAY TAGBahwa akar masalah dari gunungan sampah yang semakin tinggi adalah sebab diterapkannya sistem sekuler kapitalisme yang mengatur kehidupan umat manusia saat ini.
Kabupaten Tangerang tengah menjadi sorotan lantaran banyaknya jalan rusak di sejumlah wilayah hingga tewasnya empat pengendara di Jalan Raya Pasar Kemis selama bulan Februari 2026.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews