Connect With Us

Cegah Kecurangan, Pemkot Bentuk Pokja Pembabasan Lahan JORR II

| Jumat, 18 Maret 2011 | 19:48

Sekda Kota Tangerang Harry Mulya Zein (tangerangnews / dira)

 
TANGERANG-Pemkot Tangerang terus mengkebut sosialisasi pembebasan lahan pembangunan jalan tol JORR II. Sampai saat ini Pemkot Tangerang telah membentuk pokja-pokja (Kelompok kerja) yang bertugas untuk mendata jumlah masyarakat yang akan terkena gusur.
 
Menurut Sekda Kota Tanagerang Harry Mulya Zein, dalam proses pembebasan lahan, sangat rawan terjadi kecurangan. Untuk itu, Pokja dibentuk sebagai cara alternatif mencegah kecurangan tersebut.

“Pokja ini bertugas mendata secara keseluruhan jumlah warga lahannya akan dibebaskan untuk pembangunan JORR II. Semua datanya harus lengkap sehingga ketika dilakukan sosialisasi serta pengukuran, semuanya berjalan dengan lancar," ungkap Harry, Jumat (18/3).

Harry menambahkan, pihaknya sangat berhati-hati dalam melakukan pembebasan lahan, kecurangan bisa saja terjadi. "Kita harus cerdas dan teliti jangan sampai kena tipu dan hal sebagainya. Dan yang harus diperhatikan lagi yakni apakah ada jalan negara atau tidak. Inilah adalah tugas dari pokja-pokja," imbuhnya.

Menurutnya, dalam pembebasan lahan nanti yang terpenting masyarakat harus diuntungkan dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. "Harga tanahnya harus sesui dengan NJOP yang telah ditentukan dan kami juga akan mendata berapa banyak lahan yang mempunai sertifikat, luas lahan dan luas bangunan," paparnya.

Dalam pembangunan JORR II ini ada lima wilayah yang terkena penggusuran yakni Kecamatan Pinang, Cipondoh, Tangerang, Batuceper dan Benda. Sedangkan untuk luas lahannya JORR II Cengkareng - Kunciran ini terbagi atas 4 Seksi.

Simpang Susun Benda - Simpang Susun Husen Sastra Negara dengan panjang 2,10 Km dan luas 25,93 Ha, Simpang Susun Husen Sastra Negara - Simpang Susun Benteng Betawi dengan panjang 6,633 Km dan luas 53,78 Ha, Simpang Susun Benteng Betawi - Simpang Susun Tirtayasa dengan panjang 3,757 Km dengan panjang 28,07 Ha, Simpang Susun Tirtayasa - Simpang Susun Kunciran dengan panjang 1,701 Km dengan luas 26,04 Ha.

Sementara itu, lanjut Harry, Pemkot Tangerang juga melibatkan unsur kepolisian yakni Polres Metro Tangerang dan juga pihak Kejaksaan Negeri Tangerang agar dalam pelaksanaanya berjalan dengan lancar. "Kepolisian dan kejaksaan agar ikutserta dalam hal ini," jelasnya.(RANGGA ZULIANSYAH)
OPINI
Meritokrasi Tanpa Jiwa

Meritokrasi Tanpa Jiwa

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33

Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.

NASIONAL
Perluas Inovasi Kesehatan di BSD City, LLV Gandeng Bumame dan Brand Pangan Asal Jepang

Perluas Inovasi Kesehatan di BSD City, LLV Gandeng Bumame dan Brand Pangan Asal Jepang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:22

Pergeseran demografi serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mendorong transformasi signifikan pada sektor layanan kesehatan (healthcare) dan kebugaran (wellness) di Asia Tenggara.

TANGSEL
Simak Syarat dan Kriteria Penerima Bantuan Bedah Rumah di Kota Tangsel

Simak Syarat dan Kriteria Penerima Bantuan Bedah Rumah di Kota Tangsel

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menetapkan regulasi dan kriteria terperinci bagi masyarakat yang hendak mengakses program bantuan perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH).

BANTEN
Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:57

Kebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill