Connect With Us

Wahidin Halim Dipuji Menteri

| Rabu, 30 Maret 2011 | 17:44

Menpan dan Wali Kota Tangerang Wahidin Halim. (tangerangnews / rangga)


TANGERANG-
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan), EE Mangindaan, menunjuk Kota Tangerang sebagai pilot project dari program reformasi birokrasi. Itu mengacu dari keberhasilan kota tersebut dalam pembangunan di berbagai bidang.

"Rasanya pantas Tangerang ini ditetapkan sebagai pilot project reformasi birokrasi, sudah siap. Jika reformasi birokrasi ini diterapkan maka dampaknya sangat positif," ucap Mangindaan, saat hadir dalam acara peresmian Kantor Kecamatan Pinang, dan launching pelayanan publik, hari ini.

Menurut Mangindaan, reformasi birokrasi akan dilakukan secara bertahap ke seluruh kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Namun yang paling siap saat ini adalah Kota Tangerang. "Saya melihat kemampuan dari wali kotanya, yaitu Pak Wahidin Halim, rasanya dia sanggup," tandasnya.

Sebab untuk meningkatkan sebuah daerah, reformasi birokrasi itu menjadi keharusan. Karena melalui reformasi birokrasi itu pelayanan publik menjadi meningkat. Selanjutnya investasi ke daerah itu juga akan meningkat. "Masyarakat tentu senang, mengurus segala perijinan menjadi cepat, tidak ada pungutan, dan pegawai bekerja secara profesional. Ini yang pemerintah pusat harapkan," ucapnya.

Menurut Mangindaan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menjalankan reformasi birokrasi itu antara lain, restrukturisasi organisasi, business proces, manajemen SDM, pengawasan, dan akuntabilitas kinerja. "Kabarnya kualitas layanan di semua kelurahan di Tangerang sudah terpadu. Jika demikian, tak ada alasan untuk tidak menetapkan Tangerang sebagai pilot project reformasi birokrasi, tapi itu terpulang kepada Gubernur Banten. Sebab beliau yang menentukan, bukan saya," ucap fungsionaris Partai Demokrat itu.

Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang, yang mendapat pujian itu hanya senyam-senyum. Menurut Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten itu, dirinya sudah sejak 2005 melakukan pembenahan birokrasi. "Pertama-tama saya coba membangun mentalitas kerja mereka. Yang tadinya malas, saya pacu untuk jadi semangat," ucapnya.

Seperti pada penerimaan PNS 2010, dari 11.000 pelamar, hanya 430 orang yang diterima. Setelah diterima, mereka ditempa ala tentara untuk menjadi disiplin. "Bagi yang telat masuk kerja, saya potong gajinya tiga persen," ujar Wahidin.

Bahkan Wahidin juga melarang semua PNS di Kota Tangerang untuk merokok di lingkungan kerjanya. "Di tiap kantor kecamatan saya minta tidak ada asbak. Kalau ada yang merokok, awas!" ucapnya.(RGZ)

OPINI
Gejolak Harga Minyak dan Tantangan Subsidi Energi Nasional

Gejolak Harga Minyak dan Tantangan Subsidi Energi Nasional

Jumat, 27 Maret 2026 | 23:54

Beberapa hari terakhir, lonjakan harga minyak mentah global dari US$70 menjadi hampir US$120 per barel menjadi berita yang tidak bisa diabaikan.

KAB. TANGERANG
Akibat Isu BBM Naik, Pengemudi Ojol Tangerang Rela Antre 45 Menit di SPBU

Akibat Isu BBM Naik, Pengemudi Ojol Tangerang Rela Antre 45 Menit di SPBU

Selasa, 31 Maret 2026 | 23:00

Pada malam hari, tampak kendaraan berbaris panjang di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

TEKNO
Komdigi Panggil Google dan Meta Usai Tak Patuhi Aturan Pembatasan untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Komdigi Panggil Google dan Meta Usai Tak Patuhi Aturan Pembatasan untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Selasa, 31 Maret 2026 | 10:16

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mulai memperketat pengawasan terhadap platform digital setelah Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill