Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah
Sabtu, 7 November 2026 | 15:43
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TANGERANGNEWS.com-Pengalaman tak mengenakkan dialami sejumlah orang tua siswa SDN Karawaci 3 Kota Tangerang lantaran harus membayar biaya study tour meski anaknya tidak ikut.
Study Tour tersebut digelar dalam rangka kelulusan dari siswa-siswi kelas 6 SDN Karawaci 3 Kota Tangerang, menggunakan biaya dari para orang tua atau wali murid sebesar Rp260 ribu.
"Kami enggak mau ikut masalah uang kas dikenakan soalnya ini berperan wali murid bukan kepala sekolah uangnya. Apa kepala sekolah tahu (terkait study tour)?" ujar F, kakak salah satu siswa kepada TangerangNews.com, Selasa, 6 Juni 20230.
F mengaku ekonomi keluarganya saat ini tengah dalam masa sulit. Terlebih pasca kelulusan SD, adiknya akan segera didaftarkan ke jenjang SMP yang tentunya memerlukan biaya.
Namun, keputusan untuk tidak mengikuti study tour tersebut rupanya justru mendapat ancaman bahwa adiknya tidak akan diluluskan dari SD tersebut.
"Saya tidak mau karena faktor ekonomi lagi sulit dan masalahnya ini uang kas sekolah. Kami tidak ikut, (diancam) tidak diluluskan. Selalu keluar biaya padahal ini sekolah negeri bukan swasta," keluhnya.
Menurutnya, beberapa orang tua lain bersikukuh memaksa seluruh siswa harus mengikuti study tour, sementara sebagian lainnya tidak menyetujui adanya rencana kegiatan itu.
"Dari ortu kami menolak ikut, ada sebagian ortu lainnya juga tidak setuju," pungkasnya.
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TODAY TAGDi tengah maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan internet untuk mencari jawaban atas keluhan kesehatan, risiko self-diagnosis atau salah informasi medis kian meningkat.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews