Connect With Us

Kota Tangerang Peringkat Enam Perilaku Hidup Bersih

| Selasa, 12 April 2011 | 18:34

Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah bersama tim juri PHBS. (tangerangnews / rangga)

TANGERANG-Kota Tangerang masuk enam besar dalam penilaian program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat nasional. Kota Tangerang bersaing dengan lima kota besar lainnya se Indonesia. Sebelumnya Kota Tangerang mendapat juara pertama lomba serupa tingkat Provinsi Banten.
 
Tim penilaian PHBS dari pusat langsung mengunjungi lokasi yang dinilai yakni di kelurahan Peninggilan, Selasa (14/4). Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan para pengurus PKK menerima langsung tim penilai.
 
Dalam kesempatan tersebut Wakil Wali kota Tangerang Arief menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) bersama masyarakatnya terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, dalam rangka mewujudkan perilaku hidup yang sehat dan bersih. Menurutnya, perhatian Pemkot dalam mewujudkan masyarakat yang sehat telah banyak dilakukan melalui pemberdayaan seluruh kader-kader PKK di setiap wilayah Kota Tangerang.
 
“Upaya Pemkot juga dilakukan dengan menggelontorkan kartu multiguna pada tahun 2008 yang diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu. Selain itu Pemkot juga telah mencanangkan pembangunan 1000 posyandu. PHBS juga seiring dengan program Pemkot yang ingin menjadikan kota Tangerang yang bersih, indah dan nyaman,” tuturnya.
 
Arief juga mengatakan bahwa Pemkot juga terus meminimalisir penyebaran penyakit di wilayah kota Tangerang seperti penyebaran DBD. Pemkot melalui kader jumantik telah berhasil menurunkan angka penyakit DBD di seluruh wilayah Kota Tangerang.”Kami sangat mengapresiasi keberhasilan kader jumantik dalam menurunkan penyakit DBD,” ujarnya.
 
Sementara itu ketua tim penilai PHBS tingkat nasional Hj. Susilawati menyatakan ketakjubannya terhadap kota Tangerang yang telah berhasil dalam mengikuti penilaian PHBS tingkat nasional. ”Kota Tangerang sangat luar biasa,” paparnya.
 
Menurutntya, dalam penilaian PHBS kota Tangerang akan bersaing dengan lima kota besar lainnya di seluruh Indonesia, diantaranya Jakarta Pusat, kota Magelang Jawa Tengah, kota Metro Lampung, kota Balikpapan Kalimantan dan kota Gorontalo Sulawesi. “Saya sangat mengapresiasi bahwa dari sekian ratus kota di Indonesia, kota Tangerang berhasil masuk ke enam besar,” imbuhnya.
 
Susilawati juga terkesan dengan keberhasilan Pemkot dalam menurunkan angka penyakit DBD di wilayah Kota Tangerang karena kader-kader jumantik telah paham cara penanggulangan DBD dan rajin mensosialisasikan kepada masyarakat.
 
Dalam kesempatan tersebut ketua penggerak PKK kecamatan Cileduk Hj. Yety Haryati Fuad, menyampaikan 10 indikator PHBS kota Tangerang dalam mengikuti penilaian tingkat nasional diantaranya adalah, persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberikan ASI ekslusif, menimbang bayi dan balita di setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tengan dengan air dan sabun. Kemudian, menggunakan jamban yang sehat, memberntas jentik nyamuk di rumah, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari dan tidak merokok di dalam rumah.(Advertorial)

WISATA
Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55

Telaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.

TANGSEL
Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Sabtu, 7 Februari 2026 | 21:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan aktivitas armada pengangkut sampah di wilayah Bogor, Jawa Barat.

KAB. TANGERANG
Gagal Gasak Motor di Cikupa, Pelaku Curanmor Todongkan Senpi saat Hendak Dikejar Warga

Gagal Gasak Motor di Cikupa, Pelaku Curanmor Todongkan Senpi saat Hendak Dikejar Warga

Sabtu, 7 Februari 2026 | 21:18

Sebuah video rekaman CCTV memperlihatkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang menodongkan senjata api (senpi) saat aksinya dipergoki warga di Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 6 Februari 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill