Connect With Us

Hari Batik Nasional, Ini Cerita Dibalik 6 Motif Khas Kota Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 1 Oktober 2023 | 22:16

Motif batik khas Kota Tangerang (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Batik merupakan kekayaan budaya kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia dan telah diakui dunia.

Hal itu ditandai dengan ditetapkannya batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 02 Oktober 2009 silam, yang kini diperingati setiap tahun sebagai Hari Batik Nasional.

Terdapat beragam motif batik dengan ciri khas masing-masing hampir di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kota Tangerang.

Kota Tangerang memiliki ciri khas batik yang berasal dari perpaduan budaya Sunda, Betawi, dan Cina, sehingga menghasilkan motif bermakna unik melambangkan keanekaragaman penduduk.

Berikut cerita dibalik enam motif batik khas dari 13 kecamatan di Kota Tangerang. 

1. Motif Lenggang Cisadane

Motif ini mengisahkan 13 orang yang menarikan Tarian Lenggang Cisadane yang dicetuskan oleh seniman asal Kota Tangerang M Yunus Sanusi pada 2011. 

Seperti diketahui, Tarian Lenggang Cisadane memadukan unsur tari Jaipong (Sunda), Jali-jali (Betawi), Jawa, dan Cina. Adapun penari berjumlah 13 orang, sebagai simbolis kecamatan yang ada di Kota Tangerang.

2. Motif Perahu Naga

Bercerita tentang kebudayaan legendaris dari Tangerang, yakni lomba perahu naga di Sungai Cisadane yang konon telah digelar sejak 1910 silam berbarengan dengan Festival Peh Cun oleh masyarakat Cina Benteng, Kota Tangerang.

3. Motif Jembatan Berendeng

Motif ini menggambarkan ikon terbaru dari Kota Tangerang, yaitu jembatan yang menghubungkan wilayah Tangerang Barat dan Tangerang Timur atau dikenal dengan nama Jembatan Berendeng yang memiliki ornamen hias cantik menyerupai sisik naga.

4. Motif Pintu Air Sepuluh

Menampilkan bangunan ikonik dari Kota Tangerang peninggalan zaman kolonial Belanda pada 1927 silam, yakni bendungan Pintu Air Sepuluh. 

Hingga kini, Pintu Air Sepuluh masih aktif beroperasi dan menjadi pengatur distribusi aliran air dari Sungai Cisadane.

5. Motif Al-Azhom

Masjid Raya Al-Azhom pun tak luput menjadi motif khas Kota Tangerang. Sebagai bangunan ikonik Kota Tangerang, masjid ini memiliki keunikan pada susunan lima kubahnya.

Masjid yang dibangun pada 1997 ini mengusung gaya arsitektur gabungan Yunani, Romawi, dan Banten, serta terinspirasi dari bangunan Aya Sofya (Hagia Sophia) di Istanbul, Turki.

6. Motif Jam Gede Jasa

Dalam motif batik Jam Gede Jasa memasukkan ornamen yang menggambarkan lima kubah lengkap dengan empat menara Masjid Raya Al-Azhom tampak dari atas.

Selain motif batik yang unik, Kota Tangerang juga memiliki Kampung Batik Kembang, berlokasi di Jalan Mayang, RT 02/RW 11, Larangan Selatan, Kota Tangerang.

Kampung Batik Kembang Mayang diinisiasi pada 2017 silam. Berawal dari banyaknya mural bermotif batik yang berada kawasan tersebut.

Saat ini, Kampung Batik Kembang Mayang telah berkembang menjadi tempat pelatihan dan produksi kain batik khas Kota Tangerang.

KAB. TANGERANG
Bakar Sampah Picu 6 Jam Kebakaran Gudang Paralon di Legok, Pekerja Jebol Tembok Selamatkan Diri

Bakar Sampah Picu 6 Jam Kebakaran Gudang Paralon di Legok, Pekerja Jebol Tembok Selamatkan Diri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:42

Kebakaran hebat melanda gudang paralon (PVC) milik PT Mitra Bangun Abadi (PIPA ONE PLUS) di Jalan Angsana Lestari II, Desa Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Selasa sore 13 Oktober 2026.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill