Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNEWS.com - Guna memperingati Hari Batik Nasional, Ratusan murid SDN 1 Tanah Tinggi Kota Tangerang tekun belajar membatik di halaman sekolahnya, Senin (2/10/2017) pagi.
Yetti Sulistiawati, Kepala Sekolah SDN 1 Tanah Tinggi menerangkan bahwa kegiatan membatik tersebut digelar agar anak-anak murid lebih mengenal Budaya Indonesia dan bisa melestarikannya.
BACA JUGA : Pelajar Belanda Belajar Membatik di SMAN 2 Tangerang
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat lebih mengenal proses pembuatan batik, karena batik ini merupakan kekayaan negeri yang telah diakui dunia,” ucapnya.
Dalam kegiatan ini, para siswa membuat dua jenis batik khas Kota Tangerang yakni Nyimas Melati dan Pendopo. Annisa salah satu siswa kelas 5 mengaku merasa seneng bisa belajar membatik di sekolahnya. Walaupun sulit membuatnya namun ia tetap berusaha.
"Susah ngelukisnya tapi bisa, terus diajarin juga tadi sama bu guru," katanya.
BACA JUGA : Peringati Hari Batik Nasional, Hotel Santika Premiere ICE-BSD City Diskon 30%
Sementara temannya bernama Aulia pun merasa senang dengan batik yang menjadi budaya Indonesia yang telah di akui dunia.
“Hampir setiap daerah di Indonesia setahu saya memiliki motif batik yang berbeda-beda, itu menunjukan betapa kayanya Indonesia dengan keanekaragaman,” imbuhnya.(RAZ/HRU)
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TODAY TAGKepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat bayi perempuan di teras Klinik Amalia, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews