Connect With Us

Peringati Hari Batik Nasional, SDN 1 Tanah Tinggi Belajar Membatik

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 2 Oktober 2017 | 15:00

Tampak Pelajar SDN 1 Tanah Tinggi Kota Tangerang tekun belajar membatik. (@TangerangNews2017 / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com - Guna memperingati Hari Batik Nasional, Ratusan murid SDN 1 Tanah Tinggi  Kota Tangerang tekun belajar membatik di halaman sekolahnya, Senin (2/10/2017) pagi.

Yetti Sulistiawati, Kepala Sekolah SDN 1 Tanah Tinggi menerangkan bahwa kegiatan membatik tersebut digelar agar anak-anak murid lebih mengenal Budaya Indonesia dan bisa melestarikannya.

BACA JUGA : Pelajar Belanda Belajar Membatik di SMAN 2 Tangerang

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat lebih mengenal proses pembuatan batik, karena batik ini merupakan kekayaan negeri yang telah diakui dunia,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, para siswa membuat dua jenis batik khas Kota Tangerang yakni Nyimas Melati dan Pendopo. Annisa salah satu siswa kelas 5 mengaku merasa seneng bisa belajar membatik di sekolahnya. Walaupun sulit membuatnya namun ia tetap berusaha.

"Susah ngelukisnya tapi bisa, terus diajarin juga tadi sama bu guru," katanya.

BACA JUGA : Peringati Hari Batik Nasional, Hotel Santika Premiere ICE-BSD City Diskon 30%

Sementara temannya bernama Aulia pun merasa senang dengan batik yang menjadi budaya Indonesia yang telah di akui dunia.

“Hampir setiap daerah di Indonesia setahu saya memiliki motif batik yang berbeda-beda, itu menunjukan betapa kayanya Indonesia dengan keanekaragaman,” imbuhnya.(RAZ/HRU)

SPORT
Panduan Memilih Sepatu Saucony Endorphin Series Sesuai Gaya Lari

Panduan Memilih Sepatu Saucony Endorphin Series Sesuai Gaya Lari

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:02

Pernah merasa performa lari jalan di tempat atau malah kaki sering terasa pegal berlebih setelah latihan? Masalah ini sering kali bukan karena kamu kurang latihan, tapi bisa jadi karena sepatu yang kamu gunakan tidak sesuai dengan kebutuhan kaki.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill