Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com- Salah satu acara besar di Kota Tangerang, yakni Festival Cisadane kembali digelar tahun ini.
Festival Cisadane yang menjadi hiburan masyarakat ini akan berlangsung mulai 22 hingga 26 November 2023.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Achmad Suhaely mengatakan, pihak telah menyiapkan kantung-kantung parkir yang akan menampung kendaraan penggunaan pengunjung di Festival Cisadane.
"Khusus mengenai lokasi parkir, kami telah menyediakan lokasi resmi dengan keamanan dan kenyamanan yang terjamin," ujar Suhaely pada Selasa, 21 November 2023.
Lokasi parkir yang telah ditentukan ialah area Alun-alun Ahmad Yani, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jalan Daan Mogot, Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) di Jalan Daan Mogot, dan sekitar Jembatan Grendeng di bantaran Sungai Cisadane.
Menurut Suhaely, diprediksi jumlah pengunjung di acara pembukaan dan penutupan akan membeludak dihadiri ribuan orang, sehingga masyarakat diimbau memarkirkan kendaraannya di lokasi parkir yang telah disediakan guna mencegah terjadinya kepadatan lalu lintas.
"Diharapkan untuk seluruh pengunjung memanfaatkan lokasi parkir yang telah disediakan," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya telah mengatur skema rekayasa lalu lintas dengan menutup Jalan Benteng Makassar selama pembukaan dan penutupan, khusus pada acara pembukaan dan penutupan Festival Cisadane.
"Selebihnya semuanya berjalan normal," tutup Suhaely.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGKomisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews