Connect With Us

Perda Direvisi, Miras di Kota Tangerang Akan Kembali Beredar

| Kamis, 5 Mei 2011 | 14:59

Herry Rumawatine Ketua DPRD Kota Tangerang (tangerangnews / rangga)

TANGERANG-Jika selama enam tahun belakangan ini minuman keras (Miras) tidak boleh beredar di Kota Tangerang  sejak diterbitkannya Perda No.7 tahun 2005 tentang pelarangan minuman keras (Miras) di Kota Tangerang.

Dalam tempo dekat ini, miras dengan kadar alkohol dibawah lima persen akan kembali beredar di kota yang bermotto akhlaqul karimah itu secara resmi.
Itu terkait surat dari Kementerian Dalam Negeri, yang meminta revisi atas Perda No .7 tahun 2005, yang melarang peredaran berbagai macam minuman keras.

"Surat Mendagri tanggal 30 Maret 2011, tapi saya terima akhir April lalu, yang isinya minta revisi Perda No 7/2005 soal miras. Karena perda itu dianggap bertentangan dengan Keppres No 3 tahun 1997," ucap Herry Rumawatine, Ketua DPRD Kota Tangerang, Kamis (5/5).

Menurut Herry, sesuai Keppres No 3/1997, minuman yang memiliki kadar alkohol di bawah lima persen diperbolehkan beredar.
 Kecuali minuman yang beralkohol di atas lima persen, maka perlu peraturan lebih lanjut dalam peredarannya seperti di hotel-berbintang atau tempat hiburan.
 Namun selama pemerintahan Kota Tangerang dipimpin Wahidin Halim, kota tersebut mengharamkan semua jenis minuman beralkohol. Karena hal itu tidak sesuai dengan mottonya, akhlaqul kharimah.

 "Karena perda itu dikeluarkan oleh eksekutif, maka kami selaku lembaga legislatif menunggu saja hasil revisinya," ujar Herry, yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Tangerang.
Menurut Herry, sebenarnya banyak perda lain yang perlu direvisi karena bertentangan dengan peraturan di atasnya, namun tidak mendapat sorotan. "Saya heran, kok perda miras ini jadi sorotan? Sebab biasa saja sebuah perda itu direvisi," ujarnya.

Saat ditanya, kenapa Kota Tangerang menolak miras, padahal selama ini pabrik bir justru berada di Kota Tangerang. "Untuk perizinan pemerintah pusat yang mengeluarkan. Kota Tangerang hanya mengeluarkan IMB untuk bangunan pabrik," ujarnya.

Karena perizinan itu dikeluarkan pemerintah pusat, maka pemkot Tangerang, tidak bisa seenaknya melarang aktivitas produksi produsen bir itu. Namun kata Herry, sebagai bentuk konsistensi, Pemkot Tangerang tidak mau menerima cukai miras tersebut. "Sekian persen dari cukai miras itu seharusnya masuk ke kas daerah. Tapi kami tidak ambil. Kami takut ada kesan, kita melarang, tapi duitnya mau," ucap Herry.

Mengenai kapan revisi perda No 7/2005 itu diimplementasikan, Herry mengaku tidak tahu persis. "Saya tidak tahu kapan surat Mendagri itu diterima Wali Kota Tangerang. Kalau diterima saya sekitar akhir April. Sesuai aturan, biasanya revisi perda itu berlaku 15 hari setelah diterimanya surat tersebut," ucap Herry.

Ditanya apakah ini politis, mengingat, Wali Kota Tangerang Wahidin Halim akan maju sebagai calon gubernur Provinsi Banten? Dirinya menjawab, singkat dengan mengatakan tidak.(DRA)

TANGSEL
Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Sabtu, 7 Februari 2026 | 21:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan aktivitas armada pengangkut sampah di wilayah Bogor, Jawa Barat.

HIBURAN
Finalis Miss Japan 2026 Meet and Greet di Tangerang, Disambut Tari Lenggang Cisadane hingga Cicipi Sate Ayam

Finalis Miss Japan 2026 Meet and Greet di Tangerang, Disambut Tari Lenggang Cisadane hingga Cicipi Sate Ayam

Sabtu, 7 Februari 2026 | 22:57

Suasana Victoria Square, Kota Tangerang mendadak meriah dengan kehadiran tamu-tamu istimewa dari Negeri Sakura.

KOTA TANGERANG
Mangkir, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Bahar bin Smith Rabu Depan

Mangkir, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Bahar bin Smith Rabu Depan

Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:36

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus dugaan pengeroyokan kader Banser yang melibatkan Habib Bahar bin Smith.

PROPERTI
Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Kamis, 5 Februari 2026 | 07:29

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat rute Kembangan- Balaraja dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill