Connect With Us

Pengintegrasian Transportasi Umum di Kota Tangerang Sudah Bagus, Pengamat Perkotaan: Tinggal Inovasinya

Redaksi | Sabtu, 23 Desember 2023 | 18:41

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com - Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna menilai konsep integrasi layanan transportasi umum yang diprogramkan Pemerintah Kota Tangerang untuk mengurangi kemacetan sudah cukup baik. 

Simpul-simpul transportasi umum sudah banyak yang terkoneksi dengan terminal dan stasiun serta fasilitas publik. Sehingga ini cukup efektif dalam memudahkan aksesibilitas masyarakat perkotaan yang mobile.

"Saya kira cukup baik. Tinggal bagaimana kedepan dikembangkan lebih inovatif lagi. Ide dan gagasan pengembangan harus terus dilakukan," kata Yayat saat dimintai tanggapan kemajuan kota Tangerang selama satu dekade dipimpin Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah. 

Ahli Planologi dan Tata Kota dari Universitas Trisakti ini menyampaikan, penguatan transportasi publik menjadi hal penting dalam penataan sebuah kota.

Apalagi kondisi Tangerang dengan tiga wilayah kabupaten, kota, dan Tangerang Selatan yang saling terhubung. Banyak masyarakat yang bekerja di pusat kota sehingga menimbulkan kemacetan.

Ia mendorong kebijakan transportasi umum Kota Tangerang terus dilakukan dengan inovasi pengembangan. Seperti kerjasama dengan Transjakarta dan juga mengintegrasikan dengan stasiun kereta api, bandara dan sarana lainnya.

"Bagus itu, tapi integrasi tidak hanya bicara moda saja. Bisa tidak (akses dan biaya) lebih terjangkau seperti Transjakarta," tandasnya. 

Yayat berharap, inovasi transportasi publik di Kota Tangerang harus benar-benar dikelola secara profesional. Armadanya berkualitas, pelayanan maksimal, dan ada pengawasan. Ia tidak menginginkan Pemerintah Kota seperti bakar uang, tapi tidak memberi dampak perubahan pada tata kotanya. 

"Kalau pengembangannya sekadar ada, masyarakat tidak akan tertarik naik angkutan umum. Konsepnya harus berubah, by the service," tegas dia. 

Ia menyarankan pemerintah kota Tangerang harus melihat perkembangan penduduk. Bagaimana kebutuhan masyarakat juga dapat terfasilitasi dari berbagai sektor.

"Kita harus bicara Tangerang hari ini dan Tangerang kedepan," tegas Yayat. 

Ia menegaskan penataan sebuah kota sangat dipengaruhi struktur ruang yang didukung jaringan jalan, transportasi, air bersih, listrik, persampahan, dan drainase. 

Dinamika sekarang, jelas Yayat, kendala terbesarnya ada pada jaringan jalan yang tidak maksimal. Sementara volume kendaraan makin bertambah.

"Sehingga terjadi kemacetan pada jalan tertentu khususnya yang menghubungkan dengan pusat kota, seperti Tangerang-Jakarta," papar Yayat.

Tercatat ruas jalan di Kota Tangerang sebanyak 3.175 ruas. Terdiri dari jalan kota sebanyak 535 ruas dengan panjang 208,043 kilometer, ruas jalan lingkungan sebanyak 2.640 ruas dengan panjang 942,124 kilometer. Ditambah jembatan sebanyak 113 dengan panjang 1.437 meter.

Diketahui, Pemerintah Kota Tangerang sudah mengembangkan layanan transportasi umum melalui Bus Tayo dan Angkot si Benteng. 

Dua moda transportasi ini terhubung ke berbagai fasilitas publik, terminal, stasiun dan feeder bus Transjakarta. Masyarakat dapat memanfaatkan sarana transportasi tersebut dengan mudah, murah, dan nyaman. 

Kehadiran Bus Tayo dan angkot si Benteng diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Masyarakat mau beralih ke transportasi umum guna mengatasi kemacetan di Kota Tangerang.

BISNIS
JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:49

Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.

TANGSEL
Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane

Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49

Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.

SPORT
Nasib Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2026 di Ujung Tanduk

Nasib Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2026 di Ujung Tanduk

Kamis, 12 Februari 2026 | 12:55

Timnas Indonesia U-23 dari Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, diisukan absen. Pasalnya, hanya tim peserta Piala Asia U-23 2026 yang berhak tampil di ajang multi-event terbesar se-Asia itu

WISATA
Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:14

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadan” yang digelar di Yin & Yum All Day Dining, lantai 8

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill