Connect With Us

9 Balita Kota Tangerang Terkena HIV/AIDS, Satu Tewas

| Kamis, 12 Mei 2011 | 19:08

abid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kota Tangerang, Ati Pramudji Hastuti (kiri), didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Lilly Indrawati, sedang menjelaskan perihal perkembangan penyakit Aids di Tangerang, Kamis (12/5). (tangerangnews / dira)


TANGERANG
-Sebanyak sembilan balita di Kota Tangerang terkena virus HIV/AIDS, satu diantaranya tewas. Meski begitu, jumlah orang yang mengidap HIV/AIDS terbilang menurun di Kota Tangerang.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Lilly Indrawati mengataka, untuk tahun 2010 ada 99 kasus AIDS, ada penurunan yang cukup signifikan dibandingkan 2009 yang mencapai 128 kasus.

Menurut Lilly, penurunan tersebut karena berbagai upaya yang dilakukan pihaknya. "Meski belum optimal, kami terus sosialisasi mengenai bahaya virus Aids dan penyebabnya," tandas Lilly.

Sementara itu, Ati Pramudji Hastuti, Kabid P2PL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan) Dinkes Kota Tangerang, mengatakan bahwa data tersebut tidak sepenuhnya akurat. "Sebetulnya banyak lagi penderita, tapi tidak terdata," ujarnya.

Menurut Ati, data tersebut berasal dari para penderita yang mau berobat ke rumah sakit atau klinik di Kota Tangerang.

"Banyak penderita yang tidak mau berobat karena malu dan takut dikucilkan masyarakat. Mereka ini tidak terdata sehingga jumlah pasti penderita Aids belum diketahui," ucapnya.

Menurut Ati, dari 99 kasus Aids yang terjadi di 2010, ada sembilan bayi yang tertular oleh ibunya. Dan ada satu orang bayi yang sudah meninggal akibat virus berbahaya itu. "Ada tujuh orang dewasa yang meninggal, 67 persen mereka terkena virus AIDS karena jarum suntik," ucapnya.

Yang memprihatinkan kata Ati, pengidap virus Aids itu adalah orang muda yang masih produktif. Yakni dari 99 kasus tadi, yang berusia 21 - 30 tahun mencapai 63 orang. Sedangkan empat orang lagi berusia 5 - 20 tahun. Sisanya baru berusia di atas 30 tahun.

Untuk menekan angka penderita Aids, lanjut Ati, pihaknya terus bersosialisasi ke berbagai tempat yang menjadi sarang penyebaran virus tersebut. Seperti ke tempat prostitusi, diskotik, hingga tempat waria. Bahkan ke dalam penjara seperti Lapas Dewasa Pria dibuka satu klinik bagi penderita AIDS. Klinik tersebut atas bantuan Global Fund dan Kementerian Hukum dan HAM.

Terkait anggaran penanganan virus Aids, kata Ati cukup memadai. "Setiap tahun yang dianggarkan dari APBD lebih dari Rp 1 miliar. Anggaran itu paling besar se-provinsi Banten," katanya.(DRA)

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

TEKNO
Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Senin, 22 Juni 2026 | 18:36

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.

KOTA TANGERANG
Zona Merah! Kota Tangerang Tertinggi Kasus Curat dan Curanmor

Zona Merah! Kota Tangerang Tertinggi Kasus Curat dan Curanmor

Rabu, 1 Juli 2026 | 21:12

Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 5.436 kasus kejahatan 3C (Curanmor, Curas, dan Curat) terjadi di ibu kota dan sekitarnya, sepanjang Januari–Juni 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill