Connect With Us

Puluhan Penghuni Rusunami Modern Land Demo

| Senin, 30 Mei 2011 | 16:52

Rusunami (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Puluhan penghuni rumah susun milik (rusunami) Modern Land, Cikokol, berunjuk rasa di depan gedung Pemerintah Kota Tangerang, Senin (30/5). Mereka menuntut Pemerintah menindak pihak developer Modern Land yang dinilai bermasalah.

 Para penghuni mengatakan,  bahwa developer PT Modern Land Tbk telah menjual rusunami dengan tidak sesuai dengan peruntukannya. Rusunami yang seharusnya bersubsidi sebesar 37 % dari pemerintah, dijual dengan nilai harga apartemen.

“Kita beli seharga Rp 144 juta untuk rusunami yang tipe 36. Itu juga tidak mendapat cashback, dari subsidi pemerintah. Rusunami ini juga harusnya kan dihuni oleh masyarakat yang berpenghasilan Rp 2,5 juta kebawah, tapi banyak yang dibeli orang-orang kaya untuk dijual kembali,” ungkap penguni rusunami di blok YB 02 BA, Johan.

 Selain itu, pembayaran tagihan listrik yang selama ini tidak diharuskan sejak tahun 2008, tiba-tiba saja pada Desember 2010 lalu ditagih pihak pengembang. “Tagihan listrik sejak 2008 diakumulasi hingga 2010 dengan nilai mencapai Rp 18 juta, bahkan ada yang lebih. Padahal sebelumnya pihak pengembang mengratiskan pembayaran listrik dengan alasan tarif listrik untuk rusunami belum dikeluarkan oleh Menteri Perumahan Rakyat,” tambah Johan.
 
Tak hanya itu, dalam surat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang setelah hearing dengan para penghuni terkait persoalan rusunami, dinyatakan bahwa rusunami tersebut tidak mendapat izin layak huni.

 “Ternyata kita membeli dan menghuni  rusunami yang belum mendapat izin layak huni. Kita merasa ditipu,” tegas johan.

 Dengan demikian, mereka menuntut agar Pemerintah Kota Tangerang untuk menindak pengembang Modern Land. Mereka menilai selama ini pemkot melakukan pembiaran terhadap PT Modern Land Tbk. “Padahal tidak ada izin layak huni, kenapa selama ini Pemkot tidak bertindak? Berarti Pemkot telah menbiarkan pengembang menjual rusunami yang tidak layak huni,” tutur Johan.(RAZ)

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

HIBURAN
Long Weekend Makin Seru, VIVERE Hotel Gading Serpong Hadirkan Staycation Keluarga Bertajuk Fam Jam Stay

Long Weekend Makin Seru, VIVERE Hotel Gading Serpong Hadirkan Staycation Keluarga Bertajuk Fam Jam Stay

Jumat, 15 Mei 2026 | 17:45

Menyambut libur akhir pekan panjang di bulan Mei 2026, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan promo menginap bertajuk “FAM JAM STAY” yang dirancang khusus untuk keluarga.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill