Connect With Us

Bendahara Borobudur Dirampok, Uang Logam 50 Kg Selamat

| Jumat, 3 Juni 2011 | 17:20

ilustrasi senpi (tangerangnews / tangerangnews)


TANGERANG-Situasi shalat Jumat dimanfaatkan dua penjambret yaitu Junaedi dan Arpan untuk beraksi. Kedua penjahat kambuhan itu coba merampas tas milik korban, yang berisi uang logam senilai Rp6.020.000.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TangerangNews.com, Jumat, peristiwa perampasan itu terjadi pada jam 11.30 Jumat (3/6). Saat itu korban, Abdul Azis, yang berprofesi sebagai satpam Departemen Store Borobudur Tangerang di Jalan Daan Mogot (depan Pasar Anyar), bersama rekannya Sulis, Bendahara Borobudur Departemen Store, habis mengambil uang di Bank Mandiri Jalan Siswa (samping Lapangan Ahmad Yani), Kota Tangerang.

"Kami sengaja ambil uang logam untuk kembalian di toko, pas mau shalat Jumat. Karena situasi pusat perbelanjaan sedang sepi. Jadi kami ada waktu sebentar," ujar Abdul Azis di Polres Kota Tangerang.

Menurut Abdul Azis, saat pergi ke bank, tidak merasa ada yang mengikuti. "Saya juga kaget, tiba-tiba motor saya dipepet oleh pelaku. Saya kira orang itu sedang belajar naik motor," ucapnya.

Namun, tiba-tiba pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor Suzuki Satria, langsung merampas tas yang pegang Sulis dan ditaruh di dekat kaki Abdul Aziz yang mengendarai Honda Beat. “Sempat tarik menarik, akhirnya Sulis dan Abdul Azis terjatuh juga. Kami teriyaki mereka rampok, " kata Abdul Azis.

Mungkin karena mengira tas itu berisi uang kertas. Pelaku yang terburu-buru akhirnya oleng. Alhasil sepeda motor Suzuki Satria, yang ditumpangi Junaedi dan Arpan terjatuh. "Sedangkan satu pelaku berdiri sambil membawa motor lagi.,” terangnya.

Setelah diteriaki maling, pelaku diamankan oleh warga. Tidak lama kemudian, petugas Polisi dari Polres Kota Tangerang datang untuk menjemput pelaku. Dari tangan pelaku yang diketahui bernama Junaedi, didapati barang bukti berupa satu tas uang logam seberat 50 kg senilai Rp 6.020.000. “Uang itu selamat dari perampokan,” tuturnya.


Sementara itu menurut Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, AKBP Sumanto, pihaknya kini sedang mengejar Arpan. Berdasarkan keterangan Junaedi, mereka sudah beberapa hari menginap di Hotel Permata depan Kampus Unis Tangerang.
 "Kami sudah mengetahui identitasnya, tim buser kami sedang menguber pelaku yang bernama Arpan. Jadi tunggu saja perkembangan selanjutnya. Tetapi nomor polisi motor yang digunakan pelaku ternyata palsu," ujar Sumanto.

Pengakuan Junaedi, kata Sumanto, pelaku sudah lama mengincar korban. "Mereka berpikir uang di dalam tas itu ada ratusan juta rupiah. Karena mereka berdua sudah sering ambil uang di Bank Mandiri," tandas Sumanto.(DRA)

TANGSEL
Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Tanggapi Isu Truk Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel: Bukan Milik Kami

Sabtu, 7 Februari 2026 | 21:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan aktivitas armada pengangkut sampah di wilayah Bogor, Jawa Barat.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

KOTA TANGERANG
Mangkir, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Bahar bin Smith Rabu Depan

Mangkir, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Bahar bin Smith Rabu Depan

Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:36

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus dugaan pengeroyokan kader Banser yang melibatkan Habib Bahar bin Smith.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill