Connect With Us

Kasus Dugaan Penganiayaan Lansia di Tangerang, Korban dan Pelaku Saling Lapor

Yanto | Kamis, 10 April 2025 | 13:49

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Prapto Lasono. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Kasus dugaan penganiayaan pria lanjut usia M, 70, oleh tetangganya IB, 30, di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, berbuntut panjang.

Terduga pelaku juga melaporkan balik korban atas dugaan kekerasan terhadap anak yang menjadi pemicu kasus penganiayaan tersebut.

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Prapto Lasono membenarkan antara korban dan terduga pelaku saling lapor, pada Rabu 9 April 2025.

“Keduanya saling melaporkan. Bahkan laporan sudah diteruskan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang Kota. Sementara ini, kami masih menunggu hasil visum resmi dari RSUD Tangerang,” jelas Prapto.

Menurutnya, dugaan penganiayaan Insiden tersebut terjadi di sebuah balai warga dan kini tengah ditangani oleh pihak Kepolisian setempat.

“Benar, pada hari Senin, 7 April 2025 sekitar jam 19.45 WIB, telah terjadi dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang berinisial IB terhadap korban M, seorang pria lanjut usia berumur 70 tahun,” ungkap Prapto.

Peristiwa ini bermula dari tiga bocah sedang bermain di sekitar rumah korban. Suasana yang awalnya biasa saja mendadak berubah jadi bising, lantaran ketiga anak itu memukul-mukulkan botol plastik kosong ke rumah pagar warga sekitar.

“Diduga kebisingan tersebut membuat salah satu tetangga merasa terganggu, lalu melakukan tindakan penganiayaan ringan terhadap anak-anak tersebut,” lanjut Prapto.

Tak terima anaknya mendapat perlakuan kasar, IB, langsung mendatangi lokasi.  Dalam kondisi emosi, ia diduga melakukan penganiayaan balasan terhadap korban M.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka pada bagian wajah, khususnya di area hidung yang sempat mengeluarkan darah.

Saat ini, kasus sedang dalam penanganan Polsek Tangerang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kasus masih kita dalami, semua laporan kami terima dan kami akan tetap netral kepada korban atau pelaku, keduanya berharap menyampaikan pendapat," imbuh Prapto.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill