Connect With Us

Kartu Multiguna Tetap Harus Pakai Surat Keterangan Miskin?

| Kamis, 11 Agustus 2011 | 09:21

RSUD Kabupaten Tangerang. (tangerangnews / dira)

 
TANGERANG-Program Pemerintah Kota Tangerang terkait Kartu Mulitiguna kembali menjadi pertanyaan masyarakat. Pasalnya, ketika digunakan kartu Multiguna ini tetap harus disertai keterangan  tanda orang tak mampu (miskin) dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Kelurahan dan Kecamatan.
Hal itu dialami oleh Untoro, warga Perum 1, Jalan Mangga Lima, Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

“Meski sudah punya Kartu Multiguna tetap saja harus disertai surat keterangan dari RT, RW, Lurah dan Camat,” katanya, Kamis (11/08/2011). Untoro mengaku, saat itu dirinya sedang mengurus kakaknya yang sakit dan dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang. “Selain itu, tetap saja jika ada selisihmya kita harus tetap membayar,” kata Untoro.
Lantaran itu, dirinya lalu meminta pertolongan anggota DPRD Kota Tangerang untuk membantunya.  Syamsuri warga Kelurahan Cibodas, Kota Tangerang juga memiliki pengalaman terkait Kartu Multiguna.

“Susah diterima oleh RS Swasta. Umumnya menolak, meskipun penolakannya halus sekali, yakni dibilang penuh. Ini terjadi di RS Anisa beberapa bulan lalu. Buntutnya, warga saya akhirnya meninggal,” kata Syamsuri mantan anggota DPRD Kota Tangerang.

Sementara itu, Saeroji Ketua Komisi 2 DPRD Kota Tangerang mengatakan, Kartu Multiguna memang tidak berfungsi sebagaimana cita-citanya. “Saya juga pernah menanyakan ini kepada SKPD terkait, mereka juga mengakui kesulitan ini,” katanya.
 
Kota Tangerang Butuh RSUD

Anggota DPRD Kota Tangerang dari Komisi 4, Aulia Epriya Kembara mengatakan, salah satu penyebab itu terjadi lantaran Kota Tangerang belum memiliki RSUD .  Ada RSUD yang dimiliki oleh pemerintah Kabupaten Tangerang. Secara aturan, jika ada pemekaran daerah, maka daerah induk menyerahkan asetnya yang terletak di daerah pemekaran. Nah, Kota Tangerang menjadi kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang sejak tahun 1993.

Namun masih banyak asset yang tidak dilepaskan dan diserahkan ke Kota Tangerang. “Salah satunya RSUD. Padahal, mayoritas pasiennya berasal dari Kota Tangerang, dengan tarif sesuai peraturan kabupaten dan masuk pendapatan asli daerah kabupaten juga,” katanya.

 Wacana yang muncul di DPRD Kota Tangerang adalah menyusun rencana dan merealisasikan agar berdirinya RSUD. Namun demikian, ikhtiar mengambil alih RSUD milik kabupaten juga sedang dilakukan. Semoga ikhtiar ini memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Kota Tangerang.

Penggunaan kartu multiguna yang sampai saat ini masih belum maksimal, karena pihak rumah sakit yang ada terutama yang swasta orientasinya bisnis, “Banyak pengguna kartu multiguna dan juga jamkesmas harus gigit jari karena ruang rawat yang sudah penuh,” tandasnya. (DRA)
  
PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

KOTA TANGERANG
Tolak Bayar Japrem Rp10 Ribu Per Hari, Pedagang Buah Bentrok dengan Preman di Ciledug, 5 Luka Bacok

Tolak Bayar Japrem Rp10 Ribu Per Hari, Pedagang Buah Bentrok dengan Preman di Ciledug, 5 Luka Bacok

Jumat, 3 Juli 2026 | 01:35

Aksi premanisme berujung bentrokan berdarah terjadi di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang pada Rabu 1 Juli 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Hal ini dipicu para pedagang buah yang menolak membayar jatah preman

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill