Connect With Us

Pemkot Tangerang Luncurkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Berbasis Masjid 

Redaksi | Selasa, 14 April 2026 | 18:03

Wali Kota Tangerang Sachrudin meluncurkan gerakan sadar jaminan sosial di Masjid Raya Al Azhom, Selasa 14 April 2026. (@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com – Ratusan ribu pekerja di Kota Tangerang belum terlindungi jaminan sosial. Menjawab kondisi ini, Pemkot Tangerang resmi meluncurkan Gerakan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan berbasis Masjid dan RT/RW.

Program yang diluncurkan di Masjid Raya Al-Azhom, Selasa 14 April 2026 ini menyasar langsung kelompok pekerja informal yang selama ini rentan, seperti marbot masjid, pengurus RT/RW, amil jenazah hingga guru ngaji.

Langkah ini dinilai menjadi strategi baru untuk mempercepat perlindungan pekerja dari level paling bawah.

Melalui gerakan ini, Pemkot Tangerang dan BPJS Ketenagakerjaan menggandeng RT, RW serta pengurus masjid sebagai ujung tombak sosialisasi.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cimone Tangerang, Dessy Sriningsih mengungkapkan saat ini cakupan kepesertaan pekerja rentan baru mencapai 48 persen.

Artinya, hampir setengah pekerja di Kota Tangerang masih belum memiliki perlindungan jika terjadi risiko kerja.

“Masih ada sekitar 400 ribu pekerja yang belum terlindungi. Padahal mereka berada di lingkungan paling dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, pendekatan berbasis komunitas dinilai menjadi solusi untuk menjangkau pekerja informal yang sulit tersentuh program formal.

Iuran Cuma Rp8.400, Santunan Rp42 Juta

Untuk menarik minat masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan menawarkan iuran yang sangat terjangkau.

Bahkan, iuran pekerja informal kini hanya Rp8.400 per bulan hingga Desember 2026.

Dengan nominal tersebut, peserta tetap berhak mendapatkan santunan kematian hingga Rp42 juta.

“Ini bentuk perlindungan dasar agar keluarga tidak jatuh dalam kesulitan ekonomi saat terjadi musibah,” jelas Dessy.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyebut, pemerintah daerah telah lebih dulu memberikan subsidi iuran bagi sekitar 40 ribu warga.

Namun, ia mengakui jumlah tersebut masih jauh dari total pekerja yang membutuhkan perlindungan.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Kesadaran masyarakat juga harus tumbuh,” katanya.

KOTA TANGERANG
Nyeri Dada Seperti Disayat Silet, Waspada Aorta Kompleks yang Mematikan Jika Terlambat Penanganan

Nyeri Dada Seperti Disayat Silet, Waspada Aorta Kompleks yang Mematikan Jika Terlambat Penanganan

Rabu, 20 Mei 2026 | 14:12

Penyakit aorta kompleks, khususnya diseksi (robekan) dan aneurisma (pelebaran) aorta, merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan medis paling fatal di dunia kardiovaskular.

KAB. TANGERANG
38 Hektare Lahan Milik Pemprov DKI di Legok Tangerang Bakal Dibuat Tandon dan Pertanian

38 Hektare Lahan Milik Pemprov DKI di Legok Tangerang Bakal Dibuat Tandon dan Pertanian

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:09

Puluhan hektare lahan tidur milik Pemerintah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berada di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang rencananya akan disulap menjadi kawasan produktif, mulai dari infrastruktur pengendali banjir

BISNIS
Pertama di Tangerang, FBC Clinic Hadirkan Teknologi XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Pertama di Tangerang, FBC Clinic Hadirkan Teknologi XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Rabu, 20 Mei 2026 | 19:26

FBC Aesthetic and Revitalization Center, klinik estetika premium di Gading Serpong, Tangerang, meluncurkan XERF by Cynosure Lutronic, sebuah teknologi pengencangan (skin tightening) dan pengangkatan kulit (skin lifting) generasi terbaru.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill