Connect With Us

Koper di JPO Daan Mogot Gegerkan Warga Tangerang

| Rabu, 22 Februari 2012 | 16:41

Koper mencurigakan diperiksa petugas. (tangerangnews / rangga)


TANGERANG
-Koper berwarna hitam merek Polo, yang diletakkan di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) depan SMPN 5 Tangerang, Jalan Daan Mogot, Rabu (22/2), membuat geger warga sekitar. Pasalnya koper itu disangka berisi bom.

Koper itu pertama kali ditemukan oleh seorang tukang ojek sekitar pukul 04.00 WIB. Karena khawatir meledak, tukang ojek itu melaporkan kepada petugas Polisi yang sedang berjaga di perempatan Jalan Daan Mogot, Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Petugas Polisi itupun langsung mengeceknya. Setelah beberapa saat memeriksa, petugas itu juga tidak berani mengamankan. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, maka petugas itu langsung berkoordinasi dengan Polisi Polrestro Tangerang Kota. Maka sekitar pukul 06.15 petugas dari Polrestro tiba di lokasi, dan mengamankannya dengan garis Polisi.

Untuk memastikan isi dari koper itu, pihak Polrestro menghubungi tim Gegana Polda Metro Jaya. Baru pada pukul 08.45 tim Gegana tiba di lokasi. Sebelum tim penjinak bom itu tiba, sementara waktu JPO tidak bisa digunakan.

Para murid SMPN 5 Tangerang terpaksa harus menyeberang secara langsung, tanpa melalui JPO. "Pas mau naik JPO, saya disuruh turun om sama Polisi. Katanya nyeberang langsung saja," ujar Sapto, murid SMPN 5 Tangerang.

Karena harus menyeberang secara langsung, hal itu membuat seorang guru di SMPN 5 menegur petugas Polisi. "Saya sempat tanya pada Polisi, kenapa anak-anak tidak boleh menggunakan JPO. Katanya ada koper yang berisi bom, jadinya kami mengerti," ucap Oman.

Tim Gegana Polda Metro Jaya tiba di lokasi dengan peralatan lengkap. Untuk memastikan isi koper itu, seorang anggota tim yang mengenakan baju seperti astronot, memotret koper dengan sebuah alat menyerupai kamera.

Setelah gambar diperoleh, langsung frame yang ada dicetak, dan terlihat isi koper itu kosong. "Setelah tim Gegana memeriksa, ternyata hasil tidak ada bahan metal," ujar AKBP Harry Sulistiyadi, Kabag Operasional Polrestro Tangerang Kota.

Namun kata Harry, warga memang harus waspada atas temuan tas atau kantong di manapun saja, yang diletakkan sembarangan. Karena bisa saja berisi bom. Apalagi Rabu kemarin, bertepatan dengan sidang teroris kelompok Bima, pimpinan Abrori bin Ali, yang dituntut penjara seumur hidup.

"Untuk pengecekan lebih lanjut, koper itu kami bawa ke Polrestro," ujarnya. (RAZ)
 
WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill