Connect With Us

Pelajar SMP Rentan Jadi Korban Narkoba

| Kamis, 7 Juni 2012 | 20:21

UN SMP Kota Tangerang ( / )

 
TANGERANG – Pelajar tingkat SMP sangat rentan jadi korban narkoba. Karena saat itu kepribadian mereka sangat labil dan mudah terpengaruh oleh berbagai hal buruk.
 
Demikian yang dikatakan Ketua Gema Pelikan Foundation Raden Dadan, saat acara seminar bertema bahaya narkoba di depan para guru BK/BP SMP, SMA dan SMK se-Kota Tangerang, di aula pemkot Tangerang, Kamis (7/6).
 
Menurut Raden, banyak kasus yang diterima LSM yang dikembangkannya, mereka yang jadi korban narkoba adalah pelajar SMP. “Paling banyak kasus di pelajar SMP. Karena saat itu masa transisi dari remaja menuju dewasa,” katanya.
 
Raden juga menjelaskan, penyebab utama remaja tingkat SMP menjadi korban, karena pada masa itu pelajar SMP memiliki rasa ingin tahu yang kuat sehingga mereka tidak berpikir jernih mengenai apa yang baik, dan apa yang buruk. “Kalau masa SMA adalah lanjutan dari SMP. Jadi pertama kali kena narkoba biasanya saat SMP bukan SMA,” ujarnya.
 
Karena itu kata Raden, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Tangerang, menyelenggarakan seminar bertema bahaya narkoba kepada para guru BK/BP. “Kami harap para guru BK/BP ini bisa mengantisipasi anak didik mereka dari bahaya narkoba,” imbuhnya.
 
Ketua Badan Narkotika Kota Tangerang (BNKT) Arief R Wismansyah mengatakan, para guru BK/BP harus bisa mengambil langkah penjegahan yang konkret bahaya narkoba. “Untuk mengatasi bahaya narkoba ini tak bisa sekadar kuratif dan promotif. Tapi harus ada kegiatan positif yang konkret,” ucapnya.
 
Menurut Arief, para guru harus bisa memberikan kegiatan ekstrakurikuler yang bisa membangun kepribadian para siswa. “Jangan membuka peluang bagi para pelajar untuk bisa santai dan nongkrong. Karena jika mereka santai, bisa berbuat yang buruk seperti tawuran, narkoba, atau hamil di luar nikah," ucapnya.
 
Mengenai berapa jumlah pecandu narkoba di tingkat pelajar, kata Arief, pihaknya tidak memiliki data itu. Karena untuk kasus narkoba sulit dilakukan pendataan. “Kalau ditanya berapa banyak jumlah pecandu, datanya tidak ada. Karena data ada setelah mereka ketangkap. Yang pasti di masyarakat narkba sangat banyak," ucapnya.
 
Keberadaan Bandara Soekarno-Hatta di Kota Tangerang, menjadi salah satu sebab peredaran narkoba di Tangerang sangat marak. Karena biasanya barang haram itu masuk lewat jalur udara. “Selain itu letak geografis Kota Tangerang yang berhimpitan dengan ibukota Jakarta , menjadikan Tangerang itu sebagai tempat transit narkoba yang paling strategis,” tukasnya. (KUN)

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

BANDARA
WN China Kendalikan Peredaran Vape Etomidate yang Dijual ke Jule, Untung Rp700 Ribu Per Cartridge

WN China Kendalikan Peredaran Vape Etomidate yang Dijual ke Jule, Untung Rp700 Ribu Per Cartridge

Senin, 21 September 2026 | 18:46

Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar jaringan peredaran rokok elektronik (vape) berisi zat berbahaya etomidate.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

BANTEN
Kanwil Kemenkum Banten Perkuat Pengawasan 1.700 Notaris Agar Lebih Profesional

Kanwil Kemenkum Banten Perkuat Pengawasan 1.700 Notaris Agar Lebih Profesional

Selasa, 22 September 2026 | 18:58

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Banten menggelar Diskusi dan Koordinasi Permasalahan Notaris di Grand Serpong Hotel, Kota Tangerang, Selasa 22 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill