Connect With Us

Warga Periuk Tolak Pengembang Grand Tomang 2

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 8 Juli 2012 | 14:50

Warga menancapkan papan, menolak pembangunan oleh pengembang Grand Tomang 2. (tangerangnews / heru)

 


 

TANGERANG-Sekitar 70 orang warga yang terdiri dari RT 01. RT 02, RT 08 dan TT 10 RW 11 yang berada di sekitar Perumahan Grand Tomang Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, melakukan aksi unjuk rasa pada Minggu (8/7/2012).
 
Warga setempa t itu menolak pembangunan yang dilakukan oleh pengembang Grand Tomang 2, lantaran jika tetap dibangun tanpa ada saluran air (drainnase) akan membuatrumah warga sekitar menjadi banjir.

Ketua RW 11 bernama Indra menerangkan, warga mengancam akan melakukan perobohan bangunan yang sudah dibangun pihak pengembang Gran Tomang 2.  Hal itu dilakukan lantara pengembang Perumahan Grand Tomang 2 tidak perduli dengan kondisi permintaan masyarakat sekitar  agar adanya saluran air.
 

 
“Tuntutannya sederhana, perbaikan drainase di Jalan M Pluit dan sekitarnya. Kalau  tak diperdulikan lagi, warga mengancam bila menindaklanjutinya dengan merobohkan bangunan yang sudah mulai dibangun,” ujar Indra.

Menurut Indra, harusnya warga diajak bicara pengembang  dalam setiap rencana pembangunan . “Lurah  dan camat juga harus,” katanya. Dalam aksinya, warga akhirnya memasang  papan dengan bertuliskan “ STOP Proyek”. (DRA)

 

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:17

Arus disrupsi digital yang bergerak kian masif menuntut organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak sekadar ikut tren, melainkan wajib menjadi garda terdepan dalam merawat ruang digital dari ancaman hoaks

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill