Connect With Us

Kisruh Golkar makin Melebar

EYD | Selasa, 5 Januari 2016 | 09:41

Logo Partai Golkar. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANG – Wakil Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali, Nurdin Halid, menyebut DPD I merekomendasikan sanksi teguran kepada Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung. Meski bersebrangan, Kubu Agung menilai hal itu berlebihan.

“Saya kaget mendengar pengumuman Pak Akbar hari ini ditegur. Saya kira ya silakan saja Pak Nurdin menegur, tapi menurut saya ini pernyataan berlebihan, terlalu sombong dan angkuh,” ucap Waketum Golkar kubu Ancol, Priyo Budi Santoso, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/1/2015).

Priyo menyebut Akbar Tandjung adalah tokoh yang dihormati di Partai Golkar. Maka, tidak sepantasnya ditegur hanya karena menyuarakan perlunya Munas digelar tahun ini. “Atas alasan hukum apa? Menurut saya, berlebihan karena hari ini kita membutuhkan pikiran penyatuan Golkar seperti yang dilakukan Pak JK, Pak Akbar Tandjung, Pak Siswono, dan senior lain,” ujarnya.

“Semua orang tahu Pak Akbar, Pak JK adalah tokoh yang sangat dihormati. Mereka saat ini sedang berupaya menyelamatkan Golkar. Pernyataan seperti itu jelas jauh dari norma tata krama,” imbuh Priyo.

Priyo menyebut gagasan Wantim yang disuarakan Akbar Tandjung harusnya disambut baik, karena itu satu-satunya jalan damai rekonsiliasi Partai Golkar. Gagasan yang sama juga disuarakan Jusuf Kalla dan senior Golkar lain.

“Dalam situasi Golkar yang vakum, hanya orang yang menginginkan Golkar hancur dan rusak yang tidak menginginkan Munas bersama,” katanya. “Saya mengimbau Ketua DPD I dan II Golkar agar bersama-sama mendukung Munas bersama untuk menyelamatkan Golkar. Jangan mau didekte orang-orang yang ingin Golkar hancur,” pungkas Priyo.

Sebelumnya, Nurdin Halid mengatakan bahwa DPD I dalam konsolidasi nasional Senin (4/1) kemarin di Bali, merekomendasikan agar DPP menegur Akbar Tandjung. Hal itu menyusul pernyataan Akbar yang menginginkan Munas Golkar digelar pada 2016.

OPINI
Hujan Datang, Tangerang Kembali Tergenang

Hujan Datang, Tangerang Kembali Tergenang

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:17

Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa wilayah di Tangerang terdampak banjir dan macet di berbagai titik hampir selalu muncul setiap musim hujan datang.

TANGSEL
Dituduh Lecehkan Penumpang KRL, Dosen Unpam Balik Laporkan Korban ke Polisi

Dituduh Lecehkan Penumpang KRL, Dosen Unpam Balik Laporkan Korban ke Polisi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:00

Kasus dugaan pelecehan seksual di Kereta Commuter Line (KRL) rute Jakarta Kota-Nambo berbuntut panjang.

WISATA
Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:35

Pulau Sangiang, sebuah pulau tersembunyi di tengah Selat Sunda, kini tak lagi terisolasi jaringan internet.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill