Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TANGERANGNEWS.com-Sinarmas Land Ltd, induk perusahaan PT Bumi Serpong Damai Tbk membentuk perusahaan patungan dengan Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport & Urban Development (JOIN) bernama JOIN SML Investment Partners Pte Ltd (JSIP).
JSIP membuka peluang bagi perusahaan Jepang untuk turut berpartisipasi dalam bisnis infrastruktur di Indonesia. Sinarmas Land dan JOIN sepakat menyetor modal masing-masing senilai US$ 2 juta dengan kepemilikan keduanya 50%. Kerja sama ini dilakukan Sinar Mas Land melalui Sinarmas Land Limited yang terdaftar di Bursa Singapura dan berkantor pusat di Singapura.
Di Indonesia, Sinar Mas Land beroperasi melalui tiga anak perusahaan publik Indonesia, yaitu PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).
President dan CEO JOIN Tatsuhiko Takesada menyampaikan, tujuan dibentuknya JOIN SML Investment adalah menjadi perusahaan yang menangani investasi tersebut. “Kami senang dapat bekerja sama dengan Sinar Mas Land, pengembang properti terkemuka di Indonesia yang juga merupakan salah satu pilar Sinar Mas, salah satu grup konglomerasi terbesar di Asia. Kami akan bekerja sama dalam memajukan usaha ini,” ujarnya.
Michael Widjaja Group Chief Executive Officer Sinar Mas Land menjelaskan, pemerintah Indonesia saat ini sedang giat mendatangkan lebih banyak investasi untuk pembangunan infrastruktur.
Badan pengelolaan investasi seperti JSIP akan menjawab kebutuhan pengembangan bisnis dari investor swasta asing.
“Berbekal reputasi dan koneksi yang baik dari JOIN, serta pengetahuan lokal dari Sinar Mas Land, JSIP akan mengelola penanaman investasi ke pengembangan infratrusktur dan pengembangan berorientasi transit (TOD) agar dapat memberikan kontribusi yang positif pada pengembangan township kami,” jelasnya.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TODAY TAGKantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews