Connect With Us

Dampak yang Diterima Pariwisata Indonesia Selama Pandemi Virus COVID-19

Redaksi | Jumat, 19 Februari 2021 | 10:19

Ilustrasi Liburan. (Istimewa / Istimewa)

Oleh : Albert Widjaja

TANGERANGNEWS.com-Virus corona mulai terdeteksi pertama kali di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019. Hampir semua negara di dunia telah terpapar virus COVID-19 termasuk Indonesia.

Virus COVID-19 pertama kali dikonfirmasi telah masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2020 dan telah berkembang pesat sampai sekarang.

Pandemi COVID-19 membawa dampak yang cukup serius bagi perekonomian bangsa Indonesia, terutama pada sektor industri pariwisata.

Menurut data yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia pada bulan Desember tahun 2020 mengalami penurunan tajam sebesar 88,08%, dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2019.

Jumlah wisman Desember 2020 sebesar 164.088 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,37 juta kunjungan akibat pandemi COVID-19. 

“Iya sekarang ini kita tidak memiliki tamu sama sekali baik domestik maupun international karena banyak yang takut untuk berpergian, jadi para karyawan terpaksa dirumahkan sampai keadaan kembali membaik,” ujar Ferdinand, karyawan biro perjalanan wisata di Tangerang, Jumat (19/2/2021).

Selain itu juga, Bali sebagai salah satu daerah yang paling merasakan dampaknya karena wilayah ini sangat mengandalkan sektor pariwisata untuk perkembangan ekonomi.

"Kita udah 1 tahun sama sekali enggak ada tamu yang datang ke sini. Apalagi sekarang restoran, hotel dan biro perjalanan wisata banyak yang pada tutup," ujar Savitri, salah satu biro perjalanan wisata yang berada di Bali, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, banyak juga masyarakat di sini yang terpaksa berjualan berbagai macam barang di sepanjang ruas jalan seperti makanan, baju dan lain - lain, untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

Jika virus COVID-19 tak kunjung reda bukan hanya biro perjalanan wisata, hotel, restoran saja yang sedang dalam masa krisis tetapi juga masyarakat pasti akan terkena dampak krisis ekonomi.

Sementara itu, pemerintah terus melakukan upaya untuk memutuskan mata rantai virus COVID-19.

Beberapa upaya tersebut seperti kampanye di rumah saja merupakan usaha yang dapat dilakukan oleh masyarakat, sebagai bentuk mendukung industri pariwisata dan melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). (RAZ/RAC)

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

HIBURAN
Duet Perdana Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dalam Film 'Yang Datang dan Yang Pergi', Ini Kisahnya

Duet Perdana Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dalam Film 'Yang Datang dan Yang Pergi', Ini Kisahnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:26

Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dipertemukan dalam kisah penuh makna yang merangkai romansa, rahasia keluarga, dan konflik lintas generasi melalui film layar lebar terbaru bertajuk Yang Datang dan Yang Pergi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill