Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-Menjelang Lebaran, masyarakat mulai berburu baju baru. Hal ini pun menyebabkan terjadinya kerumunan saat pandemi di sejumlah pusat perbelanjaan.
Melihat kondisi tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyarankan masyarakat untuk menggunakan alternatif belanja daring lewat online shop saat berbelanja keperluan Hari Raya Idul Fitri.
Menurutnya, berbelanja daring dapat mencegah potensi penularan COVID-19 karena pembeli tak perlu bertemu langsung dengan penjual maupun pembeli lainnya.
"Masyarakat dapat pula memanfaatkan opsi berbelanja online," kata Wiku seperti yang dilansir dari Kompas, Senin (3/5/2021).
Wiku paham dan menghargai tradisi berbelanja menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal itu juga sangat baik untuk kemajuan ekonomi nasional di tengah pandemi.
Namun, berbelanja secara bersamaan dengan jumlah pengunjung yang begitu banyak tanpa ada jarak berpotensi menyebarkan virus corona.
Virus dapat menyebar dari satu pengunjung ke pengunjung lainnya, dan selanjutnya menyebar dari pengunjung ke orang-orang di lingkungan tempat tinggal mereka.
"Sama saja akan meruntuhkan hasil jerih payah kita mengendalikan Covid-19 yaitu berpeluang menimbulkan klaster baru," ujarnya.
Seperti kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhir pekan kemarin. Pengunjung pusat perbelanjaan itu membludak karena ingin berbelanja baju Lebaran.
Wiku pun meminta ketegasan Satgas Penanganan COVID-19 daerah dan Satgas di wilayah pengelola pasar untuk merancang sistem yang efektif guna menghindari kerumunan pengunjung.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGSejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Seorang warga negara (WN) India ditangkap aparat Bea Cukai karena hendak penyelundupkan serbuk emas murni di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews