Connect With Us

Komnas Perempuan: Pelaku Kekerasan Seksual Didominasi Pacar dan Mantan

Tim TangerangNews.com | Jumat, 10 Desember 2021 | 15:37

Ilustrasi. Kekerasan seksual terhadap perempuan. (@TangerangNews / Ist/Bem-umm)

TANGERANGNEWS.com - Komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohang mengungkapkan bahwa kasus kekerasan seksual di Indonesia, terutama terhadap perempuan, didominasi oleh kasus-kasus yang terjadi dari ranah privat, yaitu para pelaku adalah orang-orang terdekat.

“Berdasarkan Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan tahun 2021, pelaku yang berstatus pacar ada 1.074 kasus, kemudian ada mantan pacar, lalu saudara atau kerabat,” kata Veryanto.

Fakta tersebut dikemukakan Veryanto saat menjadi penanggap dalam diskusi publik IJRS bertajuk “Refleksi Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual” yang disiarkan langsung di kanal YouTube IJRS TV, Jumat 10 Desember 2021, seperti dikutip dari Antara.

Veryanto menyebutkan, sebelumnya pada 2020, data Catahu Komnas Perempuan menunjukkan bahwa pacar merupakan pelaku paling banyak dalam kekerasan, bahkan mencapai 1320. Kemudian, diikuti dengan ayah kandung sebanyak 618 kasus.

Melalui pengamatannya terhadap data-data itu, Veryanto menilai ruang aman bagi perempuan dari lingkungan terdekatnya semakin diragukan keberadaannya.

“Orang-orang yang mengenali korban justru menjadi pelaku kekerasan seksual. Saya pikir, ruang aman bagi perempuan yang seharusnya berawal dari rumah yang paling dekat ini menjadi diragukan,” tuturnya.

Di samping itu, Veryanto juga mengatakan bentuk kekerasan seksual saat ini tidak hanya menyasar pada seksualitas, tetapi juga pada ranah lain, seperti penyiksaan dan pembunuhan.

Kemudian, ia memaparkan beberapa hambatan yang kerap dialami oleh perempuan korban kekerasan seksual dalam mencari keadilan.

Menurutnya, korban sering kali dilarang melaporkan kasus karena pengalamannya dianggap aib, bahkan ada pula korban yang diintimidasi oleh pelaku. 

Perempuan yang dipaksa bungkam seperti itu, kata Veryanto, akan mengalami depresi berkepanjangan dan berkemungkinan melakukan bunuh diri, seperti kasus termutakhir yang dialami Novia Widyasari.

Hambatan yang selanjutnya adalah korban sering kali dibebani untuk menemukan alat bukti dan penindakan kasus yang tidak berorientasi pada korban.

“Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian sampai dengan di pengadilan, itu justru membuat korban ketakutan dan trauma sehingga dia tidak mau melanjutkan pelaporannya,” tutur Veryanto.

Pihaknya pun berharap hambatan-hambatan seperti itu dapat segera diatasi oleh para pihak terkait, khususnya aparat penegak hukum yang lebih berorientasi pada sudut pandang korban kekerasan seksual.

BANTEN
PLN Banten Pasang Listrik 58 Juta VA untuk Pelanggan Tegangan Menengah

PLN Banten Pasang Listrik 58 Juta VA untuk Pelanggan Tegangan Menengah

Sabtu, 2 Maret 2024 | 10:43

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menyambungkan listrik untuk 20 pelanggan Tegangan Menengah (TM) selama Februari 2024, dengan total daya mencapai 58.120.000 VA (Volt Ampere).

BISNIS
Dorong UMKM Go Export, BCA Target Berikan 2.000 Sertifikat Halal Gratis 2024

Dorong UMKM Go Export, BCA Target Berikan 2.000 Sertifikat Halal Gratis 2024

Jumat, 1 Maret 2024 | 20:06

PT Bank Central Asia (BCA) menargetkan dapat memberikan 2.000 sertifikasi halal secara gratis kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tahun 2024. Hal ini untuk mendukung produk UMKM bisa diekspor ke berbagai negara.

BANDARA
Polres Bandara Soetta Ungkap Kasus Jual Beli Konten Pornografi Libatkan Anak-anak 

Polres Bandara Soetta Ungkap Kasus Jual Beli Konten Pornografi Libatkan Anak-anak 

Sabtu, 24 Februari 2024 | 16:07

Kasus konten pornografi jaringan internasional melibatkan anak-anak berhasil diungkap Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Satuan Tugas Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak FBI.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill