Connect With Us

Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer, PGRI Minta Sertifikat Dikti Seperti Dosen

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 31 Desember 2021 | 10:30

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai adanya sertifikasi bagi guru dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), seperti halnya dosen.

Alasannya, selain kualitas guru lebih terjamin lewat sertifikasi Dikti, kesejahteraan guru honorer bisa lebih meningkat.

"Sertifikasi itu penting banget, sertifikasi dalam jabatan guru itu kenapa enggak disamakan ke Dikti saja, kenapa hanya dosen? Padahal dalam Undang-Undang Guru dan Dosen itu sertifikasi harus selesai [tersertifikasi]," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi, seperti idlansir dari CNN Indonesia, Jumat 31 Desember 2021.

Menurutnya, kesejahteraan guru akan meningkat jika kualitas guru meningkat. Selain itu, bis ajadi opsi peningkatan kesejahteraan guru honorer selain dengan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru.

Dia juga mengatakan selama ini ujian sertifikasi guru di daerah seringkali terkendala teknis, terutama di daerah-daerah terluar, tertinggal, terdepan (3T). Alhasil seringkali guru tak lolos dalam ujian sertifikasi guru. Padahal sertifikasi amat penting demi kesejahteraan tenaga pendidik.

"Sering kali susah cari sinyal, mereka harus ikut Ujian Tulis Nasional (UTN) 1, UTN 2, tiba-tiba tidak lulus. Menurut saya disesuaikan saja sama Dikti seperti pada sertifikasi dosen," kata Unifah.

Dia menjamin sertifikasi guru oleh Dikti juga tidak akan menambah beban anggaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Justru dinilai bisa mengurangi beban Menteri Nadiem Makarim dalam meningkatkan kualitas pengajar di Indonesia.

"Jadi titip sekali, kita bersama-sama dalam hal ini, dan itu tidak akan membebani anggaran Kemendikbud," tuturnya.

Sebagai informasi tidak semua pengajar memiliki sertifikasi guru. Permasalahan sertifikasi kerap kali menimpa guru honorer sehingga kesulitan mendapatkan pengakuan sebagai tenaga pendidik dan kesetaraan pendapatan.

Sertifikasi juga bisa membantu peserta PPPK guru. Pasalnya, guru yang memiliki sertifikasi akan langsung lolos seleksi PPPK karena mendapat afirmasi 100 persen.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

TANGSEL
Diskominfo Tangsel Dorong Pemuda Hasilkan Cuan dari Konten Digital

Diskominfo Tangsel Dorong Pemuda Hasilkan Cuan dari Konten Digital

Minggu, 27 September 2026 | 21:05

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggencarkan program Pelatihan Produksi Konten Digital Pemuda untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan berdaya saing.

KAB. TANGERANG
Kerangka Manusia Kembali Ditemukan di Pasar Kemis, Hasil Forensik Sebut Laki-laki Berusia 50 Tahun

Kerangka Manusia Kembali Ditemukan di Pasar Kemis, Hasil Forensik Sebut Laki-laki Berusia 50 Tahun

Jumat, 25 September 2026 | 21:34

Penemuan kerangka manusia kembali menghebohkan warga di Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill