Connect With Us

Kemenkes: 18 Juta Dosis Vaksin Memasuki Masa Kedaluwarsa

Tim TangerangNews.com | Rabu, 2 Maret 2022 | 15:14

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Kesehatan RI menyampaikan upaya percepatan vaksinasi Covid-19 telah menekan jumlah vaksin berpotensi kedaluwarsa pada akhir Februari 2022.

"Sejak kita mengindentifikasi ada sekitar 18 juta dosis vaksin yang akan memasuki masa kedaluwarsa, kita sudah upayakan percepatan suntikan vaksinasi dengan menggandeng TNI-Polri dalam kegiatan Serbuan Vaksinasi," ujar Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Rabu 2 Maret 2022, seperti dikutip dari Antara.

Nadia mengatakan, kegiatan Serbuan Vaksinasi digelar sepanjang Februari 2022 dengan menyasar target kepesertaan 5.000 orang atau rata-rata 2.500 orang per hari, khususnya kelompok masyarakat lansia.

Selain itu, percepatan vaksinasi pada lansia dan kelompok masyarakat umum dewasa juga dilakukan pemerintah dengan mempercepat interval suntikan dosis penguat atau booster.

“Jika umumnya diberikan enam bulan, menjadi tiga bulan usai suntikan dosis lengkap vaksin primer,” kata Nadia.

Menurut dia, upaya lainnya adalah melakukan validasi terhadap stok vaksin di daerah untuk mencocokkan prediksi jumlah vaksin berpotensi kedaluwarsa.

"Upaya kita melakukan validasi stok vaksin, sebab 18 juta vaksin berpotensi kedaluwarsa terdata di sistem pusat, setelah dicek, ternyata banyak daerah yang belum update, sehingga jumlahnya tidak mencapai 18 juta dosis," terang dia.

Namun hingga saat ini, Kemenkes masih menghitung jumlah pasti vaksin yang memasuki kedaluwarsa per akhir Februari 2022.

Lebih lanjut Nadia yang juga menjabat Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI mengatakan,  kajian terbaru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI ada sejumlah vaksin kedaluwarsa yang dapat diperpanjang masa penggunaannya.

"Terutama AstraZeneca sudah ditambah masa edarnya, jadi kemungkinan besar jumlah vaksin kedaluwarsa tidak mencapai 18 juta dosis," ucap Nadia.

Ia membahkan bahwa vaksin Covid-19 yang berpotensi kedaluwarsa itu merupakan bagian dari donasi dari sejumlah negara sahabat.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill