Connect With Us

Pengamat: Buktikan Kinerjanya, Wajar Airlangga Diinginkan Publik Jadi Capres

Tim TangerangNews.com | Kamis, 7 Juli 2022 | 14:47

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad menilai munculnya nama Airlangga dalam sejumlah survei menunjukkan tokoh dengan bukti kinerja semakin diinginkan masyarakat untuk menjadi calon presiden. Menurut Suparji, temuan Dinamika Survei Indonesia (DSI) relevan dengan apa yang terjadi saat ini.

Yakni, masyarakat semakin cerdas untuk memilih kandidat capres yang sudah menunjukkan kinerjanya selama bekerja. Ia mengatakan, wajar Airlangga saat ini menjadi sosok yang diinginkan masyarakat karena telah membuktikan kinerjanya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Posisi Airlangga saat ini sangat krusial di pemerintahan. Selain sebagai Menteri yang membidangi perekonomian, Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga menjadi sosok sentral dalam penanganan pandemi Covid-19 sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

“Hasil survei menjadikan peluang Airlangga sebagai capres 2024 terus meningkat, karena dia itu telah membuktikan dalam kinerjanya baik sebagai Menko Perekonomian dan Ketum Golkar,” tutur Suparji dalam keterangan, Kamis (7/7/2022).

Sebelumnya, DSI menempatkan nama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai tokoh yang dianggap paling berintegritas oleh 2.050 responden. Nama Airlangga mengungguli sejumlah tokoh yang dinilai bakal menjadi calon presiden lainnya pada Pilpres 2024.

Dalam survei DSI, kualitas tertinggi kepemimpinan diukur dari integritas tokoh menduduki jabatan publik. Airlangga dipilih sebanyak 89,80 persen responden sebagai bakal capres berintegritas.

Di posisi kedua, muncul nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan 78,80 persen, disusul KSAD Dudung Abdurachman dengan 78,10 persen. Selanjutnya, muncul nama-nama seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Puan Maharani.

Selain dinilai paling berintegritas, Airlangga juga teratas dipilih responden karena memenuhi dua kriteria pemimpin ideal. Yakni, teratas dalam kriteria pemimpin yang menginspirasi dengan 85,80 persen dan urutan kedua sebagai pemimpin yang mengambil keputusan tepat di waktu yang tepat dengan 86,20 persen.

Survei DSI juga menemukan Airlangga menjadi tokoh yang kebijakan dan programnya dinilai responden paling dirasakan dalam kehidupan ekonomi dan sosial.

Nama Airlangga Hartarto disebut oleh 37,2 persen responden yang kebijakan dan programnya paling banyak dirasakan, jauh di atas kandidat capres lain yang saat ini mengisi jabatan publik.

Menurut Suparji, selain membuktikan kinerja di jabatan publik, Airlangga juga dinilai berhasil membawa perubahan pada Partai Golkar. Airlangga dinilai berhasil menyatukan kader-kader Golkar menjadi solid. Golkar saat ini dalam kondisi baik untuk menghadapi Pemilu 2024. 

"Airlangga menyatukan kader-kader ditubuh Golkar semakin solid, kepercayaan itulah yang menjadi elektabilitas Golkar terus tinggi," tegas Suparji.

BANTEN
Pemprov Banten Mulai Bangun 2 Sekolah Rakyat, Ditarget Selesai Agustus 2026

Pemprov Banten Mulai Bangun 2 Sekolah Rakyat, Ditarget Selesai Agustus 2026

Senin, 12 Januari 2026 | 21:50

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi memulai pembangunan dua Sekolah Rakyat di Lebak dan Pandeglang. Proyek ini direncanakan berjalan cepat dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ini Jadwal dan Mata Pelajaran yang Diujikan Pada TKA SD dan SMP 2026

Ini Jadwal dan Mata Pelajaran yang Diujikan Pada TKA SD dan SMP 2026

Senin, 5 Januari 2026 | 11:12

Tes Kemampuan Akademik atau TKA kembali akan dilaksanakan pada 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Pelaksanaan asesmen ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026 dan dapat diikuti peserta didik dari jalur pendidikan formal, nonformal, maupun informal.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill