Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TANGERANGNEWS.com-Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo akan menjalani sidang perdana kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua (J) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel).
Ia akan disidang bersama sejumlah orang yang terlibat, yakni istrinya Putri Candrawathi, ajudan Bripka Ricky Rizal dan sopir Kuwat Maruf,
Ferdy Sambo tiba pada pukul 09.11 WIB dengan kendaraan taktis Korps Brimob Polri. Dengan mengenakan kemeja batik,
ia masuk ke gedung PN dengan pengawasan ketat petugas bersenjata senjata lengkap, seperti dilansir dari Detikcom, Senin 17 Oktober 2022.
Sementara Putri Candrawathi tiba pukul 08.22 WIB diantar menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri. Disusul Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Maruf yang diantar mobil minibus tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tiba pukul 08.28 WIB.
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, melalui kuasa hukumnya, Arman Hanis, mengaku siap menghadiri persidangan. Mereka tidak ada persiapan khusus karena jadwal sidang hanya pembacaan dakwaan.
"Tidak ada persiapan khusus karena sidang I ini hanya pembacaan dakwaan terhadap para Terdakwa, klien kami akan dihadirkan langsung oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum)," katanya Minggu 16 Oktober 2022.
Adapun kondisi kesehatan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, sebutkan Arman sehat secara fisik. Hanya saja Putri dikabarkan dalam keadaan trauma dan depresi.
"Ibu Putri berdasarkan hasil pendampingan terakhir dari psikiater dari Kejaksaan Agung masih dalam keadaan trauma dan depresi," imbuhnya.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berupaya mempertahankan tingkat kemantapan jalan di wilayahnya agar tetap berada di atas angka 93 persen sepanjang periode 2026 hingga 2027.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews