Connect With Us

Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Pos Indonesia Gunakan Aplikasi Canggih

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 12 Januari 2024 | 03:42

Konferensi pers kerja sama Pos Indonesia dengan Perum Bulog terkait Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2024 di Kantor Pusat Perum BULOG, Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 Januari 2024. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Dalam rangka penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2024 tepat sasaran, Pos Indonesia menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) BULOG.

Kedua perusahaan ini mengintegrasikan aplikasi Cadangan Pangan Beras dan Pos Giro Cash (PGC) melalui Partner Application Programming Interface (API).

Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, Pos Indonesia kembali terpilih menjadi transporter penyaluran bantuan ke 20 provinsi di Indonesia dengan total sebanyak 804.912 ton beras. 

Tercatat, Pos Indonesia dan Perum BULOG akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 134 juta kilogram kepada lebih dari 13 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terhitung dari Januari hingga Juni 2024. 

"Kami optimistis penyaluran bantuan pada tahun ini bisa tersampaikan dengan tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel bagi para KPM yang terdaftar," ujar Faizal salam konferensi pers di Kantor Pusat Perum BULOG, Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 Januari 2024.

Lanjut Faizal, melalui pengembangan teknologi tersebut kini memungkinkan pengangkutan beras dari gudang Bulog menuju ke lokasi penyerahan bantuan dapat terlacak posisinya.

Selain itu, sistem PGC juga mampu merekam data penerima bantuan tersebut, baik orang, Kartu Tanda Penduduk (KTP), maupun Kartu Keluarga (KK), yang difoto oleh para petugas untuk kemudian diproses ke sistem data Pos Indonesia.

"Aplikasi ini juga dilengkapi teknologi face recognition dan geo tagging, sehingga tidak terjadi salah salur dan orang yang sudah menerima bantuan tidak dapat mengambil bantuan secara double," terangnya.

Dijelaskan Faizal, Pos Indonesia memiliki sistem lanjutan bernama e-filling untuk proses dokumentasi seluruh arsip dan dokumen bantuan tersebut, sehingga mendukung akuntabilitas penyaluran Pos Indonesia karena terdapat bukti dokumen penyerahan secara digital. 

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Tonggo Marbun menjelaskan, stakeholder Pos Indonesia akan menggunakan aplikasi PGC, e-filling, dan dashboard khusus real-time monitoring untuk terus mengakses progress penyaluran bantuan.

"Dengan menggunakan sistem ini, kami memastikan penyaluran CBP tepat sasaran," tegasnya.

Terlebih, saat ini Pos Indonesia memiliki kantor cabang tersebar pada 4.800 lokasi di Indonesia yang akan memudahkan penyaluran bantuan cadangan pangan dari pemerintah hingga ke wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal) dengan cepat dan tepat.

Dalam penyaluran, kata Tonggo, Pos Indonesia menerapkan tiga metode, yakni penyaluran di Kantor Pos, pembagian di komunitas, dan pengantaran langsung ke rumah bagi penerima berusia lansia, disabilitas, maupun sedang sakit.

"Untuk memastikan penerima adalah warga yang tepat sasaran," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Bayu Krisnamurthi menyebut siap membantu dan bersinergi dengan Pos Indonesia untuk mendiskusikan bantuan ke pelosok negeri hingga target pengiriman tuntas sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Terlebih, sistem face recognition yang terbaru digadang-gadang menjadi solusi terkait pengiriman bantuan sesuai target dan jadwal serta tepat sasaran.

"Ke depannya, Perum BULOG ingin terus bekerja sama dengan Pos Indonesia," ucapnya.

Sebagai informasi, Bantuan Cadangan Pangan Beras di Tahun 2024 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan kerentanan rawan pangan bagi masyarakat Indonesia. 

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan, pihaknya telah melakukan perubahan database bersama Perum BULOG dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan menggunakan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemisikan Ekstrem (P3KE).

Arief mengklaim, validitas data tersebut cukup kuat, sehingga 22 juta KPM yang menjadi penerima bantuan pangan beras 2024, merupakan kelompok masyarakat yang sangat perlu dibantu.

"Kita yakin tahun ini bisa lebih tepat sasaran," katanya.

SPORT
Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Saint Kitts and Nevis Tiba di Bandara Seokarno-Hatta

Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Saint Kitts and Nevis Tiba di Bandara Seokarno-Hatta

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:20

Tim Nasional (Timnas) sepak bola Saint Kitts and Nevis tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin, 23 Maret 2026 untuk menghadapi Skuad Indonesia dalam turnamen FIFA Series 2026.

PROPERTI
Pasar Modern Paramount Petals Hadirkan Pengalaman Belanja yang Nyaman

Pasar Modern Paramount Petals Hadirkan Pengalaman Belanja yang Nyaman

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Paramount Petals menghadirkan pengalaman baru dalam berbelanja yang lebih praktis, nyaman, dan menyenangkan.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

NASIONAL
Harga Pertalite Diprediksi Naik Jadi Rp11.500 per Liter, Ini Hitungan Beban APBN

Harga Pertalite Diprediksi Naik Jadi Rp11.500 per Liter, Ini Hitungan Beban APBN

Jumat, 27 Maret 2026 | 19:02

Harga BBM subsidi jenis Pertalite diperkirakan berpotensi naik menjadi Rp11.500 per liter. Proyeksi itu muncul di tengah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill