Connect With Us

Tekan Kemiskinan Ekstrem, Dana yang Digelontorkan Pemprov Banten untuk Bansos Capai Puluhan Miliar

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 6 November 2023 | 17:52

Pj Gubernur Banten Al Muktabar menyalurkan bansos kepada keluarga miskin di di Griya Balai Amoeng, Kecematan Anyer, Kabupaten Serang, Minggu 5 November 2023. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang harus ditangani Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Sejumlah program telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan anggaran mencapai puluhan miliar.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan bansos itu diberikan dalam rangka ekspedisi birokrasi berdampak tematik pada program penanganan kemiskinan ekstrem.

Selain itu juga sebagai dukungan penguatan tata kelola birokrasi, untuk mencapai target penurunan kemiskinan menjadi 7 persen pada 2024 sesuai arahan Presiden Jokowi.

"Ini untuk kesejahteraan bersama. Bahwa memang masih ada beberapa kekurangan, itu yang akan kita sempurnakan. Kita terus memikirkan sekeras-kerasnya untuk masyarakat," katanya, saat penyerahan bansos di Griya Balai Amoeng, Kecematan Anyer, Kabupaten Serang, Minggu 5 November 2023.

Pj Sekda Banten Virgojanti menambahkan, seluruh OPD di Provinsi Banten terus bersinergi bersama stakeholder dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya melalui program-program bantuan dan pemberdayaan sosial, salah satunya dari Dinas Sosial Provinsi Banten.

"Ada Bantuan Jaminan Sosial Keluarga sebanyak 27.500 keluarga dimana masing-masing mendapatkan Rp500.000 dengan total pagu anggaran Rp13.750.000.000 miliar," katanya.

Kemudian, bantuan Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) kepada 3.600 orang. Setiap penerima mendapatkan Rp750.000 dengan total pagu anggaran Rp2.700.000.000.

Bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Anak dalam/luar Panti sebanyak 600 anak. Setiap anak mendapatkan Rp500.000 dengan pagu anggaran Rp300.000.000.

Jaminan Sosial Orang dengan Kedisabilitasan (JSODK) sebanyak 600 orang dimana per orang mendapatkan Rp500.000 dengan total pagu Rp300.000.000.

"Lalu, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif 6.200 Keluarga mendapatkan Rp2.500.000 dengan anggaran Rp15.500.000.000," jelasnya.

Sementara kali ini juga diserahkan Bantuan Sosial kepada masyarakat Kabupaten Serang. Bantuan kepada anak-anak sebanyak 70 anak, dimana masing-masing anak mendapatkan Rp500,000, dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp35.000.000. 

"Kemudian Bansos kepada 650 warga lanjut usia dimana masing-masing mendapatkan Rp750,000 dengan total anggaran yang Rp487.500.000," ucap Virgojanti.

Bansos bagi disabilitas sebanyak 65 orang, dimana masing-masing mendapatkan Rp500,000 dengan total anggaran Rp32.500.000.

Kemudian, bantuan jaminan sosial keluarga dalam rangka penanganan kemiskinan ekstrim sebanyak 5.800 orang, dimana masing-masing mendapatkan Rp500,000, dengan total anggaran yang digulirkan sebesar Rp2.900.000.000.

"Terakhir bantuan beras perlindungan sosial sebanyak 7.906 orang masing-masing mendapat 10 kg, serta bantuan ikan konsumsi sebanyak 100 bag, masing-masing bag-nya berisi 1 kg," tutur Virgojanti.

OPINI
Menimbang Insentif Tambahan bagi Guru Sekolah Gratis di Banten

Menimbang Insentif Tambahan bagi Guru Sekolah Gratis di Banten

Selasa, 7 Juli 2026 | 18:46

Program sekolah gratis pada dasarnya bertujuan meringankan beban masyarakat. Akan tetapi, pelaksanaannya melibatkan berbagai sekolah dengan kondisi yang sangat beragam.

BISNIS
UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:10

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah menengah (UMKM) yang hendak berjualan atau memamerkan produknya, dapat membuka stan tanpa biaya sewa di event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Provinsi Banten tahun 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jadwal dan Materi MPLS SMP 2026 yang Resmi dari Kemendikdasmen

Jadwal dan Materi MPLS SMP 2026 yang Resmi dari Kemendikdasmen

Rabu, 8 Juli 2026 | 13:45

Tahun ajaran baru 2026/2027 segera dimulai. Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, seluruh siswa baru jenjang SMP akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari.

BANTEN
Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, PLN Beri Suplai Kelistrikan untuk Sektor Kelautan dan Perikanan

Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, PLN Beri Suplai Kelistrikan untuk Sektor Kelautan dan Perikanan

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:44

PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang terintegrasi dengan pengelolaan ruang laut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill