Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah
Sabtu, 7 November 2026 | 15:43
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TANGERANGNEWS.com-Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang harus ditangani Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Sejumlah program telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan anggaran mencapai puluhan miliar.
Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan bansos itu diberikan dalam rangka ekspedisi birokrasi berdampak tematik pada program penanganan kemiskinan ekstrem.
Selain itu juga sebagai dukungan penguatan tata kelola birokrasi, untuk mencapai target penurunan kemiskinan menjadi 7 persen pada 2024 sesuai arahan Presiden Jokowi.
"Ini untuk kesejahteraan bersama. Bahwa memang masih ada beberapa kekurangan, itu yang akan kita sempurnakan. Kita terus memikirkan sekeras-kerasnya untuk masyarakat," katanya, saat penyerahan bansos di Griya Balai Amoeng, Kecematan Anyer, Kabupaten Serang, Minggu 5 November 2023.
Pj Sekda Banten Virgojanti menambahkan, seluruh OPD di Provinsi Banten terus bersinergi bersama stakeholder dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya melalui program-program bantuan dan pemberdayaan sosial, salah satunya dari Dinas Sosial Provinsi Banten.
"Ada Bantuan Jaminan Sosial Keluarga sebanyak 27.500 keluarga dimana masing-masing mendapatkan Rp500.000 dengan total pagu anggaran Rp13.750.000.000 miliar," katanya.
Kemudian, bantuan Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) kepada 3.600 orang. Setiap penerima mendapatkan Rp750.000 dengan total pagu anggaran Rp2.700.000.000.
Bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Anak dalam/luar Panti sebanyak 600 anak. Setiap anak mendapatkan Rp500.000 dengan pagu anggaran Rp300.000.000.
Jaminan Sosial Orang dengan Kedisabilitasan (JSODK) sebanyak 600 orang dimana per orang mendapatkan Rp500.000 dengan total pagu Rp300.000.000.
"Lalu, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif 6.200 Keluarga mendapatkan Rp2.500.000 dengan anggaran Rp15.500.000.000," jelasnya.
Sementara kali ini juga diserahkan Bantuan Sosial kepada masyarakat Kabupaten Serang. Bantuan kepada anak-anak sebanyak 70 anak, dimana masing-masing anak mendapatkan Rp500,000, dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp35.000.000.
"Kemudian Bansos kepada 650 warga lanjut usia dimana masing-masing mendapatkan Rp750,000 dengan total anggaran yang Rp487.500.000," ucap Virgojanti.
Bansos bagi disabilitas sebanyak 65 orang, dimana masing-masing mendapatkan Rp500,000 dengan total anggaran Rp32.500.000.
Kemudian, bantuan jaminan sosial keluarga dalam rangka penanganan kemiskinan ekstrim sebanyak 5.800 orang, dimana masing-masing mendapatkan Rp500,000, dengan total anggaran yang digulirkan sebesar Rp2.900.000.000.
"Terakhir bantuan beras perlindungan sosial sebanyak 7.906 orang masing-masing mendapat 10 kg, serta bantuan ikan konsumsi sebanyak 100 bag, masing-masing bag-nya berisi 1 kg," tutur Virgojanti.
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TODAY TAGDi tengah maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan internet untuk mencari jawaban atas keluhan kesehatan, risiko self-diagnosis atau salah informasi medis kian meningkat.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews