Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) mengakhiri masa siaga Ramadan dan Idul Fitri 1445 Hijriah, yang dimulai dari 3 April hingga 19 April 2024.
Selama masa tersebut, Beban Puncak nasional mencapai 42.948 megawatt (MW) dengan Daya Mampu Pasok sebesar 52.916 MW.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan, keandalan listrik selama momen Ramadan dan Idul Fitri 1445 Hijriah tidak terlepas dari langkah-langkah mitigasi dan kesiagaan personel PLN Group di seluruh rantai pasok, mulai dari pembangkit, transmisi, hingga distribusi.
"Kami bersyukur momen Ramadan dan Idul Fitri pada tahun ini dapat dilalui dengan lancar tanpa ada kendala khususnya dari sektor kelistrikan," ujar Darmawan, Minggu, 21 April 2024.
Darmawan menekankan komitmen PLN untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik di masa mendatang.
Pada masa siaga kelistrikan nasional Ramadan dan Idul Fitri 1445 H, lebih dari 81 ribu personel PLN ditempatkan di 2.766 posko di seluruh titik vital kelistrikan dan pusat kegiatan publik di seluruh Indonesia.
Para personel juga dilengkapi dengan 1.731 unit genset, 735 unit Uninteruptible Power Supply (UPS), 1.206 Unit Gardu Bergerak (UGB), 188 Unit Kabel Bergerak (UKB)/Unit Kabel dan Kubikel Bergerak (UKKB), 19 unit Trafo Mobile, 33 unit Emergency Restoration System (ERS), 395 unit crane, 3.756 unit mobil operasional dan 3.318 sepeda motor operasional.
Selain itu, PLN juga memanfaatkan digitalisasi pelayanan pelanggan melalui aplikasi PLN Mobile, di mana pelanggan dapat melaporkan gangguan atau kebutuhan terkait layanan ketenagalistrikan secara langsung, dan petugas PLN akan menindaklanjutinya dengan cepat.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGIbadah kurban memiliki syarat tertentu, termasuk kondisi hewan yang akan disembelih. Dalam syariat Islam, tidak semua hewan bisa dijadikan kurban. Ada sejumlah cacat dan kondisi tertentu yang membuat hewan kurban menjadi tidak sah.
Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews