Sering Terbangun Malam Hari untuk Kencing? Waspada Gejala Pembesaran Prostat
Jumat, 19 Juni 2026 | 19:18
Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil kerap kali dianggap sepele dan dinilai sebagai bagian normal dari proses penuaan.
TANGERANGNEWS.com- Memanaskan sepeda motor sebelum digunakan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh para pengguna sepeda motor.
Pasalnya, kegiatan tersebut dianggap bermanfaat untuk keoptimalan kendaraan roda dua itu saat digunakan.
Lalu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk memanaskan mesin motor injeksi sebelum digunakan?
Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS) Wahyu Budhi menjelaskan, memanaskan mesin motor injeksi selama satu hingga lima menit sudah cukup.
Meski terdapat anggapan bahwa memanaskan mesin terlalu lama dapat merusak motor, namun menurut Wahyu justru memanaskan mesin memiliki manfaat, yakni memastikan oli mesin bersirkulasi dengan baik sebelum motor digunakan.
Wahyu menyebut, memanaskan mesin terlalu lama hanya akan membuang bahan bakar tanpa memberikan manfaat tambahan.
"Cukup satu sampai lima menit. Jika terlalu lama dipanaskan, bakal percuma juga karena bensin akan terbuang sia-sia," ujarnya, Senin, 10 Juni 2024.
Selama proses pemanasan, mesin motor harus dalam kondisi langsam atau idle tanpa menggeber gas, karena hal ini tidak akan merusak mesin.
"Asalkan, saat dipanaskan, mesin motor dalam kondisi langsam atau idle dan tidak digeber-geber," katanya.
Untuk menjaga kondisi motor Honda tetap optimal, Wahyu menyarankan agar pemilik motor selalu melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin di bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).
Dengan demikian, seluruh fitur dan komponen sepeda motor Honda dapat bekerja secara optimal. Selain itu, Konsumen setia motor Honda juga dapat menggunakan layanan booking service melalui Aplikasi Wahana Honda (Wanda) untuk menjadwalkan servis motor mereka.
Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil kerap kali dianggap sepele dan dinilai sebagai bagian normal dari proses penuaan.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil mencegah keberangkatan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak bekerja secara ilegal atau nonprosedural di Kamboja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews