Connect With Us

Dulu Dijanjikan Jokowi Masuk TNI, Joni Bocah Pemanjat Tiang Bendera Malah Tak Lolos Seleksi

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 6 Agustus 2024 | 10:55

Yohanes Gama Marschal Lau alias Joni bocah pemanjat tiang bendera pada upacara HUT ke-73 RI di Desa Silawan, Belu, Nusa Tenggara Timur, gagal lolos seleksi penerimaan TNI AD 2024. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Malang dialami Yohanes Gama Marschal Lau alias Joni, bocah yang sempat viral karena memanjat tiang bendera pada upacara HUT ke-73 RI silam, lantaran harapannya menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus pupus.

Pasalnya, Joni dinyatakan tidak lolos dalam seleksi penerimaan anggota TNI 2024. Ia pun membuat video untuk menagih janji dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pernah menyebut akan memprioritaskan dirinya untuk masuk sebagai anggota TNI.

"Pada saat tahun 2024 saya mengikuti tes tapi gagal. Saya mohon bantuan kepada Bapak Presiden, Bapak Panglima dan juga jajarannya. Mohon bantuan meluluskan saya menjadi anggota TNI," ujar Joni dikutip dari Detik, Selasa, 6 Agustus 2024.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Kristomei Sianturi membenarkan Joni memang mengikuti seleksi calon bintara prajurit karier (Caba PK) TNI AD.

Namun, Joni gagal karena tinggi badannya tidak memenuhi persyaratan. Tinggi badan Joni tercatat 155,8 cm, sementara syarat minimal adalah 160 cm.

"Tidak memenuhi syarat dari aspek tinggi badan minimal 160 cm untuk daerah tertinggal," ujar Kristomei.

Kendati begitu, Kristomei mendorong agar Joni tetap semangat dan mencoba lagi di masa mendatang. Menurutnya, kesempatan masih terbuka bagi Joni untuk mengikuti tes kembali, sambil mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

"Masih terbuka lebar kesempatan bagi yang bersangkutan untuk ikut tes kembali di masa datang, sambil mempersiapkan diri memenuhi persyaratan-persyaratan yang mutlak dipenuhi sebagai seorang prajurit TNI AD," katanya.

Dilansir dari CNN Indonesia, Joni mendapat sorotan usai video yang merekam aksinya memanjat tiang bendera pada upacara HUT ke-73 RI di Desa Silawan, Belu, Nusa Tenggara Timur, viral di media sosial.

Setelah aksinya memanjat tiang bendera viral, Joni diundang oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara pada Agustus 2018. 

Pada kesempatan tersebut, Joni mengutarakan cita-citanya untuk menjadi tentara. Presiden Jokowi lalu menyarankan Joni untuk menyampaikan keinginannya kepada Marsekal Hadi Tjahjanto, yang saat itu menjabat sebagai Panglima TNI.

Joni pun memperoleh penghargaan dari Panglima TNI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atas aksinya memanjat tiang bendera.

"Namun demikian piagam penghargaan tersebut tidak menyebutkan bahwa yang bersangkutan wajib diterima masuk TNI AD," tukas Kristomei.

BANTEN
Wagub Banten Sebut Potensi Pariwisata Banten Lebih Unggul dari Bali

Wagub Banten Sebut Potensi Pariwisata Banten Lebih Unggul dari Bali

Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:49

Wakil Gubernur (Wagub) Banten A. Dimyati Natakusumah menilai bahwa potensi pariwisata yang dimiliki Banten sebenarnya memiliki keunggulan kompetitif, jika dibandingkan dengan destinasi populer lain seperti Bal

TANGSEL
Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:17

Arus disrupsi digital yang bergerak kian masif menuntut organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak sekadar ikut tren, melainkan wajib menjadi garda terdepan dalam merawat ruang digital dari ancaman hoaks

HIBURAN
Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 19:30

Yamaha Indonesia menggelar giveaway berhadiah satu unit Yamaha Fazzio Special Edition Sunset Blue dalam rangka menyambut momen kembali ke sekolah.

KOTA TANGERANG
Waspada Macet! Rekayasa Lalu Lintas Dampak Perbaikan 4 Ruas Jalan Kota Tangerang Berlangsung 2 Bulan

Waspada Macet! Rekayasa Lalu Lintas Dampak Perbaikan 4 Ruas Jalan Kota Tangerang Berlangsung 2 Bulan

Senin, 10 Agustus 2026 | 17:27

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota resmi memberlakukan skema rekayasa lalu lintas di empat ruas jalan utama mulai Senin, 10 Agustus 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill