Connect With Us

BMKG Sebut La Nina Sudah Terjadi di Indonesia, Ini Dampaknya

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 5 November 2024 | 12:30

Ilustrasi citra satelit Indonesia mengenai potensi cuaca ekstrem. (@TangerangNews / BMKG)

TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa fenomena La Nina lemah sudah terjadi di Indonesia dan diperkirakan akan berlangsung hingga awal 2025. Informasi ini disampaikan dalam "Climate Outlook 2025" pada Senin, 4 November 2024.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, meski tahun 2025 diprediksi tidak akan ada anomali iklim besar seperti El Nino dan IOD (Indian Ocean Dipole), La Nina lemah yang berlangsung ini masih akan membawa sejumlah dampak pada pola cuaca di Indonesia. 

Dikatakan Dwikorita, suhu rata-rata bulanan di Indonesia dari Januari hingga Desember 2025 diperkirakan mengalami peningkatan sebesar +0,3 hingga +0,6°C, dengan puncaknya terjadi pada periode Mei hingga Juli.

"Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer dan laut tersebut, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun 2025 akan mengalami curah hujan tahunan pada kategori Normal dengan jumlah curah hujan tahunan berkisar antara 1000 - 5000 mm/tahun," ujar Dwikorita dalam keterangannya dikutip Selasa, 5 November 2024.

Namun, ada wilayah yang diprediksi mendapat curah hujan tinggi lebih dari 2.500 mm per tahun, yakni sebagian besar Sumatra, Jawa Barat, sebagian Pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Papua. 

Sebaliknya, ada 15% wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan di atas normal, sementara sekitar 1% wilayah lainnya mungkin mengalami hujan di bawah normal, seperti beberapa daerah di Sumatra Selatan, NTT, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Dwikorita menambahkan, beberapa daerah lainnya seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur perlu waspada terhadap kemungkinan hari tanpa hujan yang berkepanjangan.

Dampak La Nina 

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menguraikan, dengan adanya La Nina lemah maka Indonesia harus siap menghadapi peningkatan curah hujan hingga 20% di atas normal pada awal 2025. 

Hal ini berpotensi meningkatkan kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama pada puncak musim hujan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan upaya antisipatif sangat diperlukan.

""Perlu meningkatkan optimalisasi fungsi infrastruktur sumber daya air pada wilayah urban atau yang rentan terhadap banjir, seperti penyiapan kapasitas pada sistem drainase, sistem peresapan dan tampungan air, agar secara optimal dapat mencegah terjadinya banjir," bebernya.

Di sisi lain, wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal juga perlu mempersiapkan diri terhadap risiko kekeringan yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau. 

Menurutnya, pemerintah daerah setempat perlu segera mengoptimalisasi infrastruktur sumber daya air, seperti sistem drainase dan waduk, agar siap menampung curah hujan tinggi dan mengelola air saat musim kemarau.

Selain itu, meski curah hujan cenderung di atas normal pada Juli hingga September 2025, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan tetap penting. Sebab, catatan bencana menunjukkan kebakaran hutan masih saja terjadi setiap tahunnya.

BANTEN
Menhub Sebut Rabu Malam Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak

Menhub Sebut Rabu Malam Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak

Kamis, 19 Maret 2026 | 10:03

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, malam, lalu.

BANDARA
5.000 Armada Angkutan Online Bandara Soekarno-Hatta Ditempel Flyer Nomor Darurat 110

5.000 Armada Angkutan Online Bandara Soekarno-Hatta Ditempel Flyer Nomor Darurat 110

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:59

Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026 yang bertepatan dengan Ramadan 1447 H, Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) melakukan langkah progresif untuk menjamin keamanan pengguna jasa.

KOTA TANGERANG
Pokja WHTR Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan 2026 dengan Santunan Anak Yatim

Pokja WHTR Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan 2026 dengan Santunan Anak Yatim

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:53

Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti sekretariat Pokja WHTR di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 38A, Babakan, Kota Tangerang, dalam puncak rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H yang ditandai dengan buka puasa bersama dan santunan anak yatim

BISNIS
3 Tips Memilih Spatula yang Tepat untuk Kebutuhan Masak Besar saat Lebaran

3 Tips Memilih Spatula yang Tepat untuk Kebutuhan Masak Besar saat Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 | 20:09

Masyarakat kerap memasak berbagai menu khas saat momen Lebaran. Makanan sepeti rendang, opor ayam hingga kue kering biasanya disajikan untuk keluarga besar maupun tetangga yang bersilaturahmi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill